| Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu." |
Pelangi » RefleksiSelasa, 9 Februari 2010 08:16Masih Kau Dekap Aku dalam CintaPenulis : Ferry Hadary Waktu cepat berlalu, tak terasa hampir tengah malam. Segera bergegas pulang agar tak ketinggalan kereta. Suasana stasiun masih tampak ramai dengan orang-orang Jepang yang baru saja pulang bekerja. Mereka memang terbiasa bekerja keras, tak peduli siang ataupun malam. Terlihat semua rapih berbaris membentuk tiga barisan setiap kelompoknya. Saat kereta tiba, mereka pun dengan tertib masuk tanpa harus rebutan setelah penumpang di dalam keluar. Fuih... Ups...!!! Syukurlah, tiba saatnya harus ganti kereta. Lalu aku segera ke luar di sebuah stasiun untuk menunggu kereta berikutnya. Sepasang kakiku pun berjalan-jalan sekedar mengusir rasa dingin dan bosan. Huwaaa...!!! Hoek... hoek...!!! "Kare ha sake o nomisugite, haita," gumam seorang wanita paruh baya, lalu bersikap apa adanya. Aku beranjak pergi dan menatapnya dari kejauhan. Namun angin membawa sisa makian ke telinga ketika beberapa petugas stasiun menghampiri dan berusaha mengangkutnya. Entah apa yang dikatakan, tapi yang pasti ia tampak meronta-ronta, dan angin kembali menerbangkan makiannya ke segala arah. Pikiranku melayang-layang, teringat kisah seorang ahli ibadah yang pernah diceritakan khalifah Utsman bin Affan radiyallahu 'anhu dalam sebuah khutbahnya. Seorang lelaki shaleh yang selalu tekun beribadah ke mesjid, hingga tibalah suatu hari ia berkenalan dengan wanita cantik. Sang abid pun jatuh hati, tunduk pada setiap perintah, lalu minum khamr yang dikiranya hanya berdosa kecil daripada berzina atau membunuh bayi. Ia akhirnya mabuk, hilang akal, dan lupa diri sehingga berzina dengan wanita cantik serta membunuh bayi yang tak berdosa itu. Karenanya sang khalifah pun berpesan, "Mamonaku densha ga mairimasu, abunai desu kara gochuui kudasai..." Ups...!!! Seiring laju kereta yang membawaku semakin jauh, dalam hati aku berkata, "Duuh... Allah, tak berhingga syukur kepadaMu, karena masih Kau dekap aku dalam cinta." ALlahu a'lam bish-shawab. Catatan * Tulisan ini telah dimuat di buku Diary Kehidupan 2, Penerbit Asy-Syaamil Bandung dengan judul Syukur Dari Redaksi : Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ferry Hadary sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
|
Karya Ferry Hadary
Karya Lainnya
08-03-2010 10:45
27-02-2010 13:45
26-02-2010 09:30
24-02-2010 08:00
22-02-2010 11:16
Karya Populer
04-08-2009 12:21
26-05-2009 12:40
08-09-2009 12:15
Tautan Terkait
Pelangi » Refleksi
08-02-2010 09:55
Penulis : Setta SS
07-02-2010 08:05
Penulis : Eko Prasetyo
06-02-2010 09:15
Penulis : Muhammad Rizqon
05-02-2010 08:30
Penulis : Nurudin
04-02-2010 09:45
Penulis : Nurfaridah
Arsip »
Nurjanah | Ibu Rumah Tangga
Subhanallah... Setelah gabung dengan KotaSantri.com, saya jadi ketagihan pengen berkirim salam dengan sahabat semua. Di samping tambah teman, juga makin tambah pengetahuan. Saran untuk ke depannya, yang Pelangi / Bilik lebih ditingkatkan lagi tema-temanya. Afwan jiddan. Jazakallah. Jilbab & Busana Muslim Anak & Remaja
Bahts el amal
|