Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
Alamat Akun
http://setta.kotasantri.com
Bergabung
12 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Mampang Prapatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Analis Industri
Penikmat sastra, admin situs Cerpen Koran Minggu di http://lakonhidup.wordpress.com
http://lakonhidup.wordpress.com
setta_81@yahoo.com
setta_81@yahoo.com
Tulisan Setta Lainnya
Kado Cinta dari Anggita
1 Februari 2010 pukul 15:35 WIB
How to Understand the Qur'an?
18 November 2009 pukul 18:55 WIB
Six Days in Syawal
30 September 2009 pukul 17:09 WIB
Let's Be Wise People
28 September 2009 pukul 15:30 WIB
Ritual Satu Syawal
20 September 2009 pukul 15:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 8 Februari 2010 pukul 16:55 WIB

First Valuable Lesson

Penulis : Setta SS

Happy New Year, Friend!

Begitu bunyi layanan pesan singkat yang membangunkan saya tepat pada pukul 00:03:28 di malam pergantian tahun 2005 ke tahun 2006 dari sebuah nomer asing.

Meskipun bagi saya setiap hari adalah sama dan saya bukanlah salah seorang yang setuju dengan tradisi perayaan tahun baru masehi, saya yakin orang yang mengirim pesan singkat itu pasti orang yang mengenal saya dengan cukup baik. Setidaknya dia menyapa saya dengan sebutan friend (sahabat). Tapi sungguh, saya tidak ada bayangan sama sekali tentang siapa dia.

Hope everything will be better for us. Amen. By the way, can you tell me your lovely name, Pal?

Tanpa berpikir lebih jauh, saya membalas SMS itu. Pukul 08.15 pagi harinya, pemilik nomer itu membalasnya.

I’ll tell you my name, but first, tell me your name. Even I know your number, but actually I don’t know who you are.

Ada-ada saja nih orang. Dia sendiri tidak tahu siapa saya? gumam saya retoris.

Untuk menghilangkan rasa penasaran, saya pun kembali membalas SMS-nya. Saya coba pegang janjinya sekaligus memastikan apakah dia seorang yang bisa dipercaya atau tipe pembual. Saya tulis nickname dan identitas sex/age/religion/place apa adanya.

I think, you save my number, balasnya hampir sepuluh menit kemudian tanpa menyebut nama, hanya identitas sex/age. Dan tambahan bahwa dia satu kota dengan saya, tetapi sekarang tinggal di kota J.

Setelah beberapa saat mencoba menggali kembali lintasan memori masa lalu, tetap saja saya tidak dapat menebak dengan yakin siapa nama orang - wanita, yang mengaku mengenal saya itu. Tidak ada gambaran utuh tentang siapa dia. Dan yang membuat saya kesal, dia telah mengingkari janjinya sendiri, I’ll tell you my name, but first, tell me your name.

Apa sih ruginya sekadar menyebut nama panggilannya saja, yang mungkin akan mengingatkan saya pada seseorang yang pernah saya kenal? Protes saya dalam diam.

Sorry, don’t you ever hear that one of the main sign of hypocrite is speak lie?

Tulis saya, berharap dia sudi menyebutkan nama panggilannya. Ternyata beberapa detik lagi 40 menit berlalu, dia tidak juga meresponnya. Akhirnya, saya ketik sebuah SMS lagi sebagai “hadiah” untuknya.

If you are Moslem, sure, you are not a good Moslem. Because a good Moslem often makes sins, but never speaks lie. But if you are not Moslem, sorry, that’s the real you are. Bye!

Dan SMS terakhir ini manjur. How dare you call me like that? balasnya sambil menyebutkan nickname-nya.

Saya langsung bisa mengenalinya seketika. Dia adalah teman salah seorang sahabat saya. Kami pernah bersilaturrahim ke rumahnya dulu. Dan saya memang pernah menyimpan nomernya, tetapi telah saya hapus karena dia sering berganti nomer tanpa konfirmasi nomer mana saja yang masih dipakainya.

Honesty is all in our life. It’s the first mirror when we introduce ourselves to others, but they can’t see our performance. So, the first valuable lesson in this New Year for you is about

Adakah yang bersedia membantu teman saya melengkapi titik-titik SMS saya di atas?

***

13 Januari 2oo6 oo:21 a.m.

http://lakonhidup.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Setta SS sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

zaenudin | tutor
Memang Hebattt, bisa nambah ilmu juga sahabat.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1229 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels