Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://shirotsuya.kotasantri.com
Bergabung
6 Oktober 2009 pukul 19:26 WIB
Domisili
Sleman - DI Yogyakarta
Pekerjaan
Pengajar & Pendidik (Guru)
I'm a learner. I like writing, sports practicing, adventouring, travelling. I have enough sense of humour. I'm a kind and funny person. I'd love to making a friendship.
shirotsuya@gmail.com
shirotsuya
Tulisan Ninja Lainnya
Empat Bingkai Kehidupan Rumah Tangga
28 November 2009 pukul 18:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 2 Desember 2009 pukul 16:20 WIB

Inikah Akibat Kebakhilan?

Penulis : Ninja Insaf

Malam hari itu, Sabtu, 26 September 2009, penulis sedang ada dalam acara syawalan kampung. Di tengah acara, pak Ketua RT 05 pamit pada penulis, yang kebetulan bertugas menjadi MC, karena harus segera meluncur ke lokasi taman candi Prambanan, membantu tetangga untuk mengangkut beberapa barang yang masih bisa diselamatkan, jika ada. Apa pasal?

Malam hari itu ada kejadian yang cukup menghebohkan, sempat menjadi buah bibir masyarakat yang tahu akan kejadian tersebut, termasuk di rumah saya. Malam itu ada kebakaran di lokasi taman candi Prambanan, yang di sana terdapat banyak kios yang digunakan untuk menjajakan pakaian, souvenir, pernak-pernik, mainan, dan sebagainya. Semua kios habis dilalap api, meski pemadam kebakaran mengerahkan 9 mobil pemadam kebakaran. Sepertinya tidak ada lagi barang yang bisa diselamatkan, karena para pemilik kios juga terlambat datang padahal api sangat cepat menjalar. Kios-kios itu, menurut kabar yang saya dengar, kebanyakan terbuat dari papan tripleks. Sehingga tentu api dengan renyahnya melahap kios-kios tersebut. Mungkin (karena saya juga tidak di sana) para pemilik kios berteriak histeris menyaksikan barang dagangannya ludes, tinggal abu.

Di antara banyak pemilik kios, mungkin hanya satu yang menderita kerugian paling besar. Tak kurang dari Rp. 700 juta amblas akibat peristiwa itu. Masya Allah... Saya sendiri belum pernah melihat uang sebanyak itu. Dan pastinya lebih, karena jumlah itu baru terhitung uang yang tersimpan di sana, belum termasuk barang dagangannya. Wah.. wah.. wah.., bagaimana rasanya ya kehilangan sebanyak itu? Meski pihak pengelola candi memberikan ganti Rp. 10 juta per kios, jelas tidak sebanding dengan jumlah itu.

Tapi, mungkin ini merupakan peringatan kepada orang itu. Kabarnya, pendapatannya per hari (entah total omset atau bersihnya) Rp. 10 juta. Tapi sepertinya tidak mau men-zakat-i harta tersebut. Idul Adha kemarin tidak tahu juga, ikut berqurban atau tidak. Bahkan, dengan tidak tahu malunya, dia ngganthol (mengambil secara ilegal) listrik dari aliran listrik di jalan untuk keperluan tertentu. Padahal penghasilannya sebanyak itu, tapi tidak mau kehilangan sedikit uang untuk membayar biaya pemakaian listrik dan memilih cara ilegal. Apakah yang seperti itu bukan bakhil namanya?

Maka ini bisa menjadi pelajaran bagi kita. Logikanya, kalau kita sudah menjadi wajib pajak, misalnya pendapatan sudah memenuhi PKP (Penghasilan Kena Pajak), ya harus bayar pajak. Kalau tidak bayar pajak, nanti kena denda, atau disita. Seperti itu pulalah dalam zakat, kalau sudah mencapai nishab, maka zakatnya harus dibayarkan. Jika tidak, maka Allah akan menarik dendanya, atau bahkan disita hartanya. Sudah banyak contoh orang yang kehilangan harta jauh lebih banyak akibat tidak mau membayar zakat atau shadaqah. Padahal, harta yang dizakatkan atau dishadaqahkan tidaklah hilang, melainkan justru menjadi tabungan milik kita yang sejati, yang jumlahnya dilipatgandakan hingga tujuhratus kali lipat oleh Allah.

Wallaahu a'lam...

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ninja Insaf sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Fariz Aziz | Mahasiswa
Alhamdulillah KotaSantri.com masih ada. Udah 2 tahun nich gak browsing web ini.
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0514 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels