QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. "
Alamat Akun
http://ramadhan_adhi.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa Barat
Pekerjaan
Programmer
Menjadi seseorang yang senantiasa dirindukan kehadirannya oleh orang lain adalah harapan saya. Untuk itu, mohon doanya sehingga bisa menggapainya harapan tersebut...
http://dik2.multiply.com
andhika.ramdhan
ramadhan_adhi
andhika.ramdhan@gmail.com
andhika.ramdhan@gmail.com
http://twitter.com/AndhikaRamdhan
Tulisan Dikdik Lainnya
Berbekal Sempurna!
17 November 2009 pukul 16:00 WIB
Tersenyum Ketika Semestinya Menangis
9 November 2009 pukul 16:50 WIB
Selamat Berjuang, Ustadz!
1 November 2009 pukul 18:40 WIB
Tak Perlu Tampak Dilihat!
30 Oktober 2009 pukul 16:30 WIB
Di Sini pun Masih Ada Jalan ke Sana
20 Oktober 2009 pukul 16:15 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Jum'at, 27 November 2009 pukul 15:25 WIB

Dalam Rinai Hujan

Penulis : Dikdik Andhika Ramdhan

Hujan masih belum berhenti, titik-titik air kini menjelma seakan butiran-butiran kristal yang menghiasi hamparan dunia. Ia kembali datang setelah hampir beberapa pekan lamanya tak kunjung tiba. Matahari pagi entah di mana kini ia bersembunyi, sejak shubuh tadi memang ibukota diselimuti oleh dinginnya suasana. Embun yang biasanya tersipu dan dengan cepat berlalu, berganti karena hangatnya suasana, kini bertengger kokoh di kedinginan cakrawala.

Dari balik jendela, aku melepaskan pandang jauh ke arah sana, arah di mana sebuah tanah lapang terhampar di ujung sana. Beberapa anak kecil masih dengan asyiknya berlari dan mengejar sebuah bola putih yang kini telah bercampur dengan coklatnya tanah lapang.

Sesekali masih terdengar olehku, sorak sorai mereka ketika berhasil memasukkan bola tersebut ke gawang lapang. Mereka tersenyum, dan aku pun tersenyum.

Tanah-tanah itu kini berganti basah, setelah dengan rengkuhnya meneguk tetes-tetes air hujan. Bagaikan iringan-iringan kafilah yang kehausan di tengah padang sahara, kemudian menemukan sebuah mata air yang memancar dan mempersembahkan kesegaran bagi jiwa-jiwa yang dahaga.

Ingatanku memutar ulang pada masa itu, masa di mana aku berada di antara mereka yang juga sedang berada dalam dahaga serta kehausan dalam menantikan kesejukan iman. Saat itu, ta'lim-ta'lim di pelbagai majelis menjadi bagian dari untaian agenda mingguan kami.

Masih terdengar jelas di telingaku saat itu, ketika seorang lelaki setengah baya dengan sorban putihnya yang melingkar di atas kepalanya, serta dibalut dengan pakaian serba putih pula membungkus hampir seluruh tubuhnya berujar pada kami.

"Lihatlah tanah itu, begitu kering dan kerontang, menantikan hujan yang entah kapan akan datang. Mereka bagaikan jiwa-jiwa muda dari hamparan ummat ini, yang kini bertebar di seluruh jagat raya, menantikan guyuran-guyuran serta beningnya cahaya Islam, yang akan menjadikan mereka kembali merasakan kesejukan iman," ucapnya saat itu.

Sejenak ia menarik nafas panjang. Sementara kami hanya terdiam saat itu.

"Ketika nanti hujan itu telah tiba, dengan segera tanah-tanah itu mereguknya dalam suka cita, lalu sesaat kemudian tanah itu menjadi kembali sejuk dan daripadanya tumbuh subur berbagai macam karunia Allah. Begitulah kiranya pula ummat yang mau menerima apa yang disampaikan Allah dalam wahyu-wahyuNya melalui para rasulNya."

"Namun, coba antum lihat ke sebelah sana, di mana hamparan tembok kini telah menutupi sebagian tanah lapang di sebelah sana," katanya sambil menunjuk jauh arah sebelah kiri tempat kami sekarang berada.

"Andaikan hujan datang dan membasahinya, maka dengan angkuhnya tembok-tembok itu menepis keberadaannya, membiarkan tetes-tetes air hujan tersebut pergi dan berlalu dengan hampa. Tak berbekas, dan tak pula sanggup membasahinya hingga memberikan kesejukan daripadanya. Apalagi sampai membuatnya subur dan tumbuh bermacam karunia Allah padanya," lanjutnya panjang lebar.

Kami hanya tertunduk malu saat itu, meresapi satu-persatu untaian katanya yang seakan menyadarkan kami atas segala kealfaan diri selama ini. Begitu sering kami melalaikan segala peringatan dariNya, yang Ia sampaikan dalam lembaran surat-surat cintaNya, yang Ia tuangkan dalam mushaf suciNya. Kami kadang justru merasa lebih asyik dengan karya-karya sastra para pujangga, yang padahal tak sedikit pun mereka memiliki satu kuasa jika Allah tak berikan satu bekal dan karunia ilmu kepadanya.

Kadang kemodernan zaman memang begitu tamaknya membentengi diri-diri ini, lalu merengkuh dan menambah keangkuhan daripada diri kita, menganggap kita telah meraih segalanya. Seperti halnya lapisan tembok yang kini melapisi sebagian tanah lapang itu. Indah, namun ternyata begitu sombongnya menerima untaian kuasaNya, seperti pula seorang diri yang begitu sulit untuk meyakini tanda-tanda kebesaran Illahi. Padahal, di balik benteng-benteng kemodernan zaman tersebut, jiwa-jiwa kita yang hampa serta gersang masih menantikan guyuran-guyuran kesejukan Islam, yang dapat mengembalikan jiwa-jiwa kita menjadi bagian dari jiwa-jiwa para hamba yang muthmainnah. Hamba-hamba yang Allah persilakan untuk nanti bersama dengan mereka para ahli ibadah kepadaNya, hamba-hamba yang Allah persilakan untuk jika kembali hanya kepada pangkuanNya, serta hamba-hamba yang Allah persilakan untuk dapat menikmati keindahan dalam surgaNya.

Wallahu a'lam bishshawab.

http://dik2.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Dikdik Andhika Ramdhan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Vitra | Exim Staff
Sangat hebatzzz, KSC!

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1132 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels