HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://ramadhan_adhi.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa Barat
Pekerjaan
Programmer
Menjadi seseorang yang senantiasa dirindukan kehadirannya oleh orang lain adalah harapan saya. Untuk itu, mohon doanya sehingga bisa menggapainya harapan tersebut...
http://dik2.multiply.com
andhika.ramdhan
ramadhan_adhi
andhika.ramdhan@gmail.com
andhika.ramdhan@gmail.com
http://twitter.com/AndhikaRamdhan
Tulisan Dikdik Lainnya
Tersenyum Ketika Semestinya Menangis
9 November 2009 pukul 16:50 WIB
Selamat Berjuang, Ustadz!
1 November 2009 pukul 18:40 WIB
Tak Perlu Tampak Dilihat!
30 Oktober 2009 pukul 16:30 WIB
Di Sini pun Masih Ada Jalan ke Sana
20 Oktober 2009 pukul 16:15 WIB
Karena Ia Begitu Menyayangi Kita
13 Oktober 2009 pukul 18:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 17 November 2009 pukul 16:00 WIB

Berbekal Sempurna!

Penulis : Dikdik Andhika Ramdhan

Memang, hampir selalu tak pernah ada rasa tak tenang jika kita berada bersama dengan orang-orang yang selalu tak lupa dengan berbagai perbekalan, di mana pun mereka berada. Kapan pun itu. Bahkan andaikan dalam sebuah perjalanan panjang dan melelahkan sekalipun, jika kita berada bersama dengan mereka, maka jarang kita menemukan kesulitan atas beberapa kebutuhan pribadi kita yang terkadang justru malah diri kita sendiri yang terlupa.

Seperti pula saat itu. Sebuah perjalanan panjang yang melelahkan telah mengantarkan kami menemui satu babak episode kesyukuran atas segala rahmat dan karunia ciptaanNya. Hingga membawa diri ini pada decak kagum serta urai tasbih akan kemahaanNya.

Hamparan indah alam raya, berbalut sejuknya nuansa pegunungan telah mengurai satu persatu resah dalam dada ini. Betapa tidak, eloknya suasana telah mampu melepas satu demi satu beban yang selama ini seakan senantiasa hadir dan membuntuti dalam urai kisah kehidupan. Hingga kemudian beban-beban itu perlahan hilang dan bahkan menjadikan diri ini terasa kembali dalam suasana bening hati. Alhamdulillah.

Sebuah pertemuan yang digelar, meskipun sederhana, namun tetap enak untuk kami nikmati. Beberapa rangkai acara berjalan sesuai dengan rencana. Hingga saatnya dalam satu kesempatan yang ada, ternyata kami terlupa akan satu perbekalan yang justru sedikit pun tak pernah kami teringat sebelumnya.

Saat itu, kami sempat bingung. Namun, alhamdulillah ternyata salah seorang di antara kami telah menyiapkan bekal tersebut, meskipun memang pada mulanya itu ia tujukan untuk bekal dia pribadi, namun ternyata bermanfaat juga bagi orang lain. Dia memang seorang yang terlalu apik dalam menyiapkan segala sesuatu. Hampir dalam setiap kesempatan, ia selalu hadir dengan berbagai antisipasi perbekalan jika di antara kami ada yang terlupa tidak membawanya.

Akhirnya, acara pun bisa berlangsung kembali dan terlaksana hingga ke penghujungnya. Mengalir seperti air sungai yang mengalir, dan berakhir hingga sampai di tepian muara akhirnya.

Ada hal yang menarik ketika aku sendiri menyadari semuanya. Ketika keberadaan kita bersama dengan mereka yang selalu siap sedia dengan perbekalan yang sempurna, ternyata bisa menjadikan satu hal yang tadinya aku kira tak akan lagi bisa berlanjut terlaksana menjadi tetap berada sesuai dengan alur rencana.

Ya, mereka yang selalu berbekal sempurna! Sesaat kemudian aku sendiri merasa malu, ketika mencoba men-tafakuri atas apa yang menimpa diri ini. Menimpa raga ini. Menimpa jiwa ini yang telah Allah amanahi satu usia untuk melaksanakan satu kisah perjalanan panjang menuju akhiratNya.

Ternyata, betapa banyak bekal kita yang terlupa untuk kita bawa, ternyata betapa banyak pula dalam sisa-sisa usia kita melalaikan semuanya. Seakan diri telah siap sedia dengan segala yang telah ada. Hingga terlalu angkuh dan penuh percaya diri untuk menapak kehidupan di alam sana.

Kondisinya adalah mungkin kita tidak atau belum menyadari sepenuhnya, bahwa saatnya nanti kita akan sendiri-sendiri. Terkadang kebiasaan kita dengan terlalu bergantung pada orang lain telah menjadikan diri terlupa dengan kesiapan diri pribadi. Padahal, andaikan kita mau sedikit bermuhasabah diri, andaikan kita mau sedikit mengingat kembali, bahwa saat kelak di dunia kekal kehidupan kita yang sebenarnya, akhirat nanti, tak akan ada lagi pengertian dan perhatian di antara kita. Semua akan amat sangat bergantung atas apa yang telah kita persiapkan sendiri jauh-jauh hari ketika kita masih di dunia fana sekarang ini.

Bukankah Nuh sang Rasul Allah pun tak akan bisa merangkul anaknya untuk bersama dalam surgaNya? Bukankah Luth sang Nabi Allah pun tak pula bisa memapah istrinya menuju kenikmatan jamuan Allah dalam surgaNya?

Lalu, bagaimana dengan kita? Apakah kita masih berharap belas kasih dan kesiapan perbekalan orang-orang shaleh di sekitar kita, tanpa sedikit pun kita mempersiapkannya untuk diri kita sendiri?

Karena itulah, karena disaat itulah nanti tak seorang pun di antara kita untuk dapat lagi saling membantu, untuk dapat saling memberi. Tak bisa. Semua hanya bergantung pada amalan masing-masing diri ini.

Selagi masih ada usia, semoga kita masih bisa mempersiapkan kembali segala hal perbekalan untuk menuju kehidupan kekal di akhirat sana. Hingga nanti tak ada rasa sesal atas semua yang terasa teramat cepat berlalu.

http://dik2.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Dikdik Andhika Ramdhan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Mumtahah Annisa | Ibu Rumah Tangga
Di sini tempatnya kalau ingin berdiskusi sama teman-teman yang asyik banget.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1119 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels