HR. Ahmad : "Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya."
Alamat Akun
http://vivi_hn.kotasantri.com
Bergabung
7 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Hadano - Kanagawa
Pekerjaan
IRT
Keluarga adalah tempat untuk mencurahkan kasih sayang, menaburkan asa, dan menumpahkan keluh kesah. Keluarga bisa menjadi syurga dunia, bila diisi oleh orang-orang yang sholih dan sholihah. Keluarga adalah impian setiap insan, tempat berkembangnya putik-putik bunga..hingga mekar dan menebarkan wangi ke selilingnya..itulah keluarga barokah...
http://hifizahn.multiply.com
Tulisan Hifizah Lainnya
Jenazah
24 Oktober 2009 pukul 15:10 WIB
Orangtua Pembelajar
17 Oktober 2009 pukul 18:15 WIB
Episode-episode Kecil Cinta
12 Oktober 2009 pukul 15:10 WIB
Manusia adalah Hewan Berakal?
30 September 2009 pukul 16:15 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 4 November 2009 pukul 15:05 WIB

Kelembutan Hati

Penulis : Hifizah Nur

Ada satu hal yang saya dapat setelah membaca “Ayat-ayat Cinta”-nya Habiburrahman El-Shirazy. Yaitu kehalusan penulis dalam menangkap jenak-jenak psikologis seseorang. Dari Novel itu, saya belajar bagaimana menghaluskan hati, agar bisa memahami perasaan-perasaan terdalam dari orang lain.

Saya tidak akan membahas buku itu dalam tulisan ini. Saya hanya ingin merenungi kembali perjalanan hidup saya di hampir 30 tahun terakhir Allah mengamanahkan waktu ini kepada saya. Terutama dalam konteks ketika saya berhubungan dengan orang lain.

Saya akui, saya tidak memiliki banyak teman akrab. Hanya beberapa orang saja yang sering berinteraksi dengan saya, yang membuat saya bisa mengungkapkan banyak sisi dari pribadi saya. Meskipun begitu, saya senang berhubungan dan menjalin pertemanan dengan orang lain. Hanya saja, jarangnya intensitas interaksi saya dengan mereka yang membuat saya bergaul secara biasa saja, tidak mendalam. Dan karena saya sering berinteraksi dengan teman-teman saya hanya di dunia maya, maka semakin sedikit sekali sisi-sisi pribadi saya yang diketahui oleh mereka.

Terkadang hal ini menjadi kendala untuk saya. Tipe saya yang easy going, membuat saya agak meremehkan hal-hal kecil. Misalnya kata-kata yang mungkin membuat orang sakit hati, tapi menurut saya biasa saja. Hal yang biasa menurut saya, bila itu menimpa saya, menjadi luar biasa bagi orang lain. Repotnya, bila hal yang saya anggap biasa itu, saya lakukan terhadap orang lain.

Mungkin inilah yang dimaksud dengan kadar sensitifitas kita terhadap perasaan orang lain. Saya sering merenungi hal ini di saat saya gagal menjalin hubungan dengan orang lain. Bukan karena saya ingin menyakiti mereka, tetapi karena apa yang saya lakukan saya anggap masih dalam taraf yang bisa diterima tanpa menyakiti perasaan orang lain.

Saya teringat perjalanan saya dalam membuka lembaran shirah Rasulullah SAW. Betapa beliau bisa mengenal seluruh sahabatnya dengan sangat baik, sehingga beliau mampu berinteraksi dengan mereka dengan cara yang tepat. Beliau tahu kepada siapa beliau bisa bersikap lembut, dan kepada siapa beliau bisa bersikap keras. Beliau memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kondisi hati para sahabatnya. Suatu kemampuan yang sulit sekali dimiliki oleh setiap orang.

Saya mencoba mendalami kembali mengapa saya kurang sensitif terhadap perasaan orang lain. Mungkin salah satunya adalah adat kebiasaan dari lingkungan saya sejak kecil. Lingkungan tempat saya dibesarkan adalah lingkungan yang selalu to the point dalam mengungkapkan sesuatu. Hal ini terkait dengan kebiasaan suku dan budaya di tempat saya tinggal. Sesuatu yang sulit untuk dirubah. Namun, di tempat itu pula saya belajar berbesar hati dalam menerima kritikan orang lain. Orang-orang di sekitar saya saat itu, meskipun sering terlihat kasar ketika berbicara, tapi hatinya lembut dan mudah tersentuh serta tidak suka memendam amarah. Jadi semua dikeluarkan saat itu, tetapi setelah itu selesai.

Hanya saja, saat ini saya tinggal di lingkungan lain. Berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda dengan adat kebiasaan saya. Mungkin inilah salah satu tarbiyah dari Allah, agar saya bisa lebih menghaluskan budi bahasa saya. Satu tarbiyah yang sulit, tapi mudah-mudahan bisa saya lalui, dan lulus di mata Allah SWT, amin.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran : 159).

Kanagawa, 13 Juni 2006

http://hifizahn.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Hifizah Nur sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Azman Ridho Zain | Santri
Salut dengan keberadaan website ini. Semoga bisa lebih meningkatkan ukhuwah Islamiyah antar sesama santri dan komunitas pesantren se-Indonesia.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1007 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels