|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|





Sabtu, 17 Oktober 2009 pukul 16:09 WIB
Penulis : Fiyan Arjun
Dalam minggu-minggu terakhir ini, kita disajikan dengan berita-berita yang membuat kelopak mata kian terus mengembunkan airmata serta membuat hati terasa teriris sembilu. Bayangkan, hanya berita-berita musibah gempa dan tanah longsor yang sering kali kita saksikan. Baik di media cetak maupun di televisi, semua menggeliatkan berita itu. Terus dan terus.
Namun, namanya berita tentu tak selalu menggeliatkan berita-berita kedukaan, adakalanya kita mendengar dan menyaksikan berita fenomenal bahkan menghebohkan sekalipun. Dan begitulah kehidupan, adakalanya suka, adakalnya duka. Lalu adakalanya tawa, adakalanya tangis. Begitu pula, adakalanya untuk merenung, adakalanya kita bersyukur.
Halnya ketika terdengar santer tentang pemberitaan yang saat ini menghebohkan bahkan menjadi was-was, terlebih masyarakat Indonesia. Tak lain kedatangan bintang film porno Jepang, Maria Ozawa a.k.a Miyabi membuat mata beralih kepadanya saat ini. Begitu marak dan begitu hebohnya hingga mencuri perhatian dari berita yang ada; tewasnya anak buah Noerdin M. Top, gembong para teroris di daerah Ciputat sampai Ranah Minang Berduka!
Entah apakah dalam hal ini kita patut bersuka atau malah (tambah) berduka. Belum habis airmata ini kering, menangisi Ranah Minang dilanda gempa dan sebagainya, kini kita disuguhkan oleh berita yang sangat mengejutkan. Bagi mereka yang kontra tentang kedatangan gadis kelahiran Hokaido itu, sangat menentang bahkan menolak kehadirannya di tanah air ini, terlebih di negeri ini, menganut budaya timur tinggi. Mungkin hal ini menambah deretan ‘kabar duka’ untuk masyarakat di tanah air ini. Entahlah!
Bahkan yang lebih santernya lagi, bintang porno ini diganjar sekian milyar untuk datang ke Indonesia. Ya, tak lebih hanya untuk bermain film bersama seleb Indonesia nantinya. Tentu hal ini sungguh mengejutkan bila hal ini benar kenyataannya ketika negeri ini sedang berduka atas musibah gempa bumi dan tanah longsor. Sekian milyar hanya untuk seorang Miyabi. Seorang mantan film porno kesohor di negerinya itu, Jepang. Kabar yang dilansir di sebuah situs, bintang film porno itu dikontrak oleh sebuah PH film yang mendanainya. Tak tanggung-tanggung, bintang porno yang menurut kabar berita akan datang pada tanggal 14 Oktober 2009 untuk memulai keperluan syuting di kotanya para pelancong berjemur di pantai, Bali. Benar-benar ironi ketika mendengarnya.
Lalu bagaimana dengan mereka yang katakanlah sebagai penggemar film-filmnya? Bagi kaum laki-laki yang suka dan hobi menonton (maaf) film blue atau triple X, tentunya akan senang dan gembira ketika idolanya datang ke Indonesia untuk bermain film. Miris memang ketika mendengarnya, mereka menganggap idolanya itu lebih penting daripada yang lainnya, hingga kedatangannya sangat dinantikan bahkan ditunggu! Masya Allah. Sebegitunyakah? Lalu bagaimana ketika mereka melihat negerinya ini sedang bersedih?
Banyak dari mereka yang notabene para kaum Adam yang mengetahui benar siapa sosok bintang film dari Jepang itu yang nanti akan datang ke Indonesia. Entah apa yang ada di benak mereka, kaum laki-laki yang sudah menggilai sosok Miyabi. Karena dalam mindsite mereka, (mungkin) sudah tertanam bahwa idolanya tetaplah sama. Miyabi tetapi Miyabi! Seorang pemain film porno!
Kalau sudah begini, siapakah yang perlu ditolak? Penggemarnya atau Miyabi-nya sendiri?
Ulujami - Pesanggrahan, 10 Oktober 2009
Untuk negeriku yang tercinta, damai selalu! Amin.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Fiyan Arjun sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.