Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
Alamat Akun
http://setta.kotasantri.com
Bergabung
12 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Mampang Prapatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Analis Industri
Penikmat sastra, admin situs Cerpen Koran Minggu di http://lakonhidup.wordpress.com
http://lakonhidup.wordpress.com
setta_81@yahoo.com
setta_81@yahoo.com
Tulisan Setta Lainnya
Republik Dagelan
20 Agustus 2009 pukul 15:30 WIB
Del Piero dan Fighting Mind
11 Agustus 2009 pukul 16:09 WIB
Virus Flu Onta
1 Agustus 2009 pukul 19:21 WIB
Lin, Aku Belajar Banyak Darimu
31 Juli 2009 pukul 15:08 WIB
Hanya Sebatas Rencana
24 Juli 2009 pukul 15:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 7 September 2009 pukul 15:20 WIB

Selamat Jalan, Sahabat

Penulis : Setta SS

"Aku ingin hidup lama. Terlalu serakahkah aku jika berharap untuk hidup? Jika memang harus mati cepat, aku sangat ingin jadi rumput di surga nanti. Bisa tidak, ya? Aku tidak mungkin jadi bidadari. Aku hanya ingin menjadi rumput saja.” (Lin, 25 Desember 2006).

***

Saya pertama kali mengenal sosoknya di tahun 2003 silam. Seorang gadis Chinese. Lin atau Alin, saya lebih suka memanggilnya demikian saat menyapanya. Nama lengkapnya Yoanita Afrianty Lin Che Ying. Dia mendeskripsikan arti namanya itu lewat sebuah pesan singkat di bawah ini.

“Dari dulu, aku tahu kalau arti namaku ada hubungannya dengan cinta. Tapi aku baru tahu kalau artinya ternyata “Tuhan adalah Cinta”. Asal namaku dari bahasa Yunani. Papa ingin aku selalu menebarkan cinta kasih di mana pun aku berada.” (Lin, 29 Januari 2006).

Lin adalah salah seorang sahabat terbaik yang pernah saya miliki. Kami hanya beberapa kali sempat berjumpa di Yogyakarta, tetapi kami lebih sering berkomunikasi via SMS dan e-mail.

Sore itu, 6 Nopember 2007, tepat pukul 16:19 WIB. Ponsel saya berdering. Dari seorang sahabat akrab. “Apa benar Lin telah wafat seminggu yang lalu setelah operasi?” Ia bertanya, atau lebih tepatnya meminta klarifikasi.

Saya terdiam cukup lama mendengar pertanyaan itu sebelum menjawabnya. Hampir dua minggu sebelumnya, Lin masih mengirim sebuah SMS pada saya. Sebuah SMS yang isinya terasa janggal. Saya baru menyadarinya setelah membaca kembali SMS terakhirnya itu.

“U. Setta, aku pergi sekarang. Jaga dirimu baik-baik. Berjanjilah untuk selalu bahagia. Maafkan aku. Terima kasih atas semuanya. Hik-hik-hik, aku pergi. Assalamu‘alaikum wr. wb.” (Lin, 26 Oktober 2007).

Ucapan salam dalam pesan singkat itu terletak di akhir. Seperti orang yang sedang berpamitan.

Dan, setelah konfirmasi ke salah seorang anggota keluarganya, benar, Lin telah kembali ke haribaanNya beberapa waktu sebelumnya. Sebelum naik ke meja operasi akibat komplikasi beberapa penyakit yang sudah lama dideritanya : kanker otak, kanker darah, TBC usus, dan beberapa penyakit lainnya.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga kembali ke sisiNya adalah yang terbaik untukmu, Sahabat.

***

Lin, mengenangmu kembali adalah belajar tentang keceriaan menikmati hidup dalam belitan penyakit, belajar tentang semangat hidup, belajar tentang cinta dan empati pada sesama, belajar tentang indahnya persahabatan, juga belajar tentang pemaknaan atas keagunganNya.

“Aku kena TBC usus. Keren ya namanya? Hehehe, tapi kok gak sengetop aku ya? Perlu dianalisa nih! Oya, aku turun 7 kg! Pantas kalau jalan seperti melayang-layang. But don’t worry! I’m gonna be OK! Sure! Insya Allah! Coz I know God with me.” (Lin, 26 Agustus 2005).

“Alhamdulillah, aku lagi sakit parah. Mungkin harus dioperasi lagi yang kedua. Amandel. Sudah beberapa hari tidak bisa ngomong dan makan/minum. Kekebalan tubuhku sangat jelek. Aku kan lahir prematur, sudah bagus bisa hidup seperti bayi lain. Tapi aku lelah sakit terus.” (Lin, 30 Nopember 2005).

“Hidup ini memang penuh perjuangan. Dunia ini bukan untuk seorang pengecut, tetapi untuk mereka yang tak pernah lelah dan berani berjuang menjalani hidup. Manusia lahir dengan masalahnya sendiri. Bahkan bayi pun dituntut untuk berjuang menyampaikan rasa laparnya. Setiap orang diberi ujian yang berbeda. Karenanya, Tuhan, aku berjanji akan selalu berjuang.” (Lin, 31 Desember 2006).

“Bagaimana aku makan jika membayangkan saudara-saudaraku di pengungsian? Mereka sudah makan belum ya? Aku merasa seperti penjahat. Di luar sana banyak yang kena musibah, kenapa aku malah tiduran! Aduuh, aku pengin ke Palestina, Libanon, Pangandaran (saat dihantam tsunami). Pasti keren. Kapan aku bisa ke sana?” (Lin, 7 Mei 2006).

“A tree is known by its fruit, a man by his deed. A good deed is never lost, he who saws courtesy, reaps friendship; and he who plants kindness, gathers love.” (Lin, 28 Pebruari 2007).

“I breathed a song into the air. It fell to earth I knew not where and the song from the beginning to end. I found again in the heart of a friend.” (Lin, 2 Maret 2007).

“Hiasilah mimpimu dengan tetesan air sembahyang. Lelapkan matamu dengan alunan dzikrullah. Selimutkan dirimu dengan kalimat syahadat. Alaskan tidurmu dengan do'a.” (Lin, 21 Maret 2007).

“Allah lebih canggih dari video pengintai ya? Subhanallah banget deh. Tapi sebel, lagi ngapa-ngapain aja perasaan selalu dilihatin Tuhan. Aku kan jadi malu. Grogi. Gak PD. Aduuuh!!” (Lin, 21 Mei 2006).

Kami, sahabat-sahabatmu, akan mengenangmu sebagai sosok yang selayaknya kami kenang. Kesungguhanmu membaca tujuh juz Al-Qur’an dalam semalam di malam i’tikaf Ramadhan terakhirmu, akan kami coba ikuti, Lin.

Selamat datang di haribaanNya. Selamat berjumpa dengan kekasih sejatimu. Kami yakin, itu tempat yang layak untukmu. Bahkan tidak sekadar menjadi rumput di sisiNya. Semoga.

***

14 April 2oo9 o7:29 a.m.

*) Hingga Ramadhan hari kelima tahun ke-2 setelah wafatmu, aku belum bisa
menyamai rekormu membaca 7 juz Al-Qur'an dalam semalam, Lin. Tempatkan dia
di tempat terbaik di sisi-Mu, Rabb. Aamiiin.

http://lakonhidup.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Setta SS sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Moh. Iwan Ihyak Ulumuddin | Pelajar
Ingin sekali gabung, sharing ilmu, and so on.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1319 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels