Pelangi » Refleksi | Ahad, 16 Agustus 2009 pukul 16:00 WIB

Indahnya Bergantung pada Allah

Penulis : Nurfaridah

Allah itu Maha. Mahakuasa, Mahakaya, dan segala Maha ada padaNya. Jika Allah berkehendak, maka tak sesuatu pun yang bakal menghalangiNya. Bergantung kepadaNya adalah hal yang paling indah dan sebaik-baik mengadu adalah mengadu kepadaNya.

Sebagai istri dan ibu rumah tangga, urusan dapur bagi saya adalah menu utama. Apalagi dalam hadits rasul mengatakan bahwa hak suami yang harus dipenuhi oleh istri adalah menyediakan makanan untuknya. Untuk itu, setiap hari saya mencoba menghadirkan menu-menu makanan yang bergizi walau tidak dari bahan-bahan yang mahal, mengingat masih banyak kebutuhan hidup yang harus kami tanggung.

Hari ini adalah akhir bulan, saya cek uang belanja. Masya Allah, cukupkah uang yang sedikit ini untuk makan hari ini? Saya membathin. Apalagi kami memiliki hewan piaraan seekor kelinci yang harus kami beri makan setiap hari. Persediaan makanan untuk si Cici (nama untuk kelinci kami) telah benar-benar habis. Sedang saya saat ini tengah hamil muda, yang senantiasa harus memakan buah-buahan untuk mengatasi mual dan muntah.

“Ya Allah, apa yang akan saya sediakan untuk suami dengan uang yang sedikit ini?” keluh saya pada Allah. Saya tidak mengeluh sedikit pun pada suami perihal uang belanja, karena tak ingin menambah bebannya.

Dengan berbekal uang yang sedikit itu, saya nekad pergi ke pasar dengan berjalan kaki, meski letak pasar lumayan jauh dari rumah. Biasanya saya menggunakan jasa tukang becak untuk mengantar saya ke pasar. Setelah dihitung, ternyata anggaran untuk abang becak bisa untuk tambahan uang belanja.

Meski kurang sehat karena hamil muda, saya tetap nekad berjalan kaki. Allah memberikan pertolonganNya. Saat itu kebetulan di jalan bertemu teman suami, dan dia menawarkan akan mengantarkan saya ke pasar, karena kebetulan ia akan melewati pasar untuk sampai ke tujuannya. Alhamdulillah...

Ketika sampai di rumah, uang itu hanya bersisa Rp. 3000,-. Saya sisakan untuk kebutuhan yang tak terduga. Saya pikir, tak apalah saya tidak makan buah beberapa hari ini. Ternyata, tidak lama kemudian, ada temen datang dengan membawa buah-buahan. Katanya khusus untuk saya yang sedang hamil. Alhamdulillah, saya merasa sangat bahagia.

Demikian indahnya jika kita menggantungkan segalanya hanya pada Allah. Semua ini adalah bagian dari rejeki yang Dia berikan untuk kami. Meskipun terlihat tak seberapa, namun bagi saya, itu adalah suatu anugerah yang luar biasa. Semua yang Allah berikan kepada manusia adalah anugerah yang tak ternilai. Sedikit atau banyak bukanlah ukuran, namun yang dinilai adalah kemampuan manusia untuk bersyukur atas pemberian Allah yang Mahakaya.

KotaSantri.com © 2002-2026