Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://vivi_hn.kotasantri.com
Bergabung
7 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Hadano - Kanagawa
Pekerjaan
IRT
Keluarga adalah tempat untuk mencurahkan kasih sayang, menaburkan asa, dan menumpahkan keluh kesah. Keluarga bisa menjadi syurga dunia, bila diisi oleh orang-orang yang sholih dan sholihah. Keluarga adalah impian setiap insan, tempat berkembangnya putik-putik bunga..hingga mekar dan menebarkan wangi ke selilingnya..itulah keluarga barokah...
http://hifizahn.multiply.com
Tulisan Hifizah Lainnya
Teguran
28 April 2009 pukul 16:00 WIB
Skill Ibu Rumah Tangga
11 April 2009 pukul 17:30 WIB
Pencari Hidayah
8 April 2009 pukul 16:09 WIB
Sang Idola
31 Maret 2009 pukul 18:15 WIB
Cermin Ukhuwah
27 Maret 2009 pukul 16:50 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Jum'at, 15 Mei 2009 pukul 15:30 WIB

Kerja Kecil untuk Kerja Besar

Penulis : Hifizah Nur

Ada isak haru di hari perpisahan natsu camp * Masjid Otsuka. Semua sister berjabat tangan dan berpelukan erat. Berharap, mudah-mudahan di tahun depan, bisa kembali berjumpa. Bersama-sama belajar Islam dalam suasana yang berbeda, di alam pegunungan, di sebelah Barat Daya kota Tokyo.

"Mbak Nadia, selamat ya... barakallah, acaranya sukses," seruku kepada seorang sister Nihonjin yang fasih berbahasa Indonesia. Penanggung jawab bagian muslimah, yang selalu sibuk ke sana ke mari memperhatikan kebutuhan peserta, sekaligus mengelola acara agar bisa dinikmati peserta dengan baik. "Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya," balasnya, sambil menjabat tangan saya erat.

Sudah empat tahun saya selalu mengikuti kepanitiaan camp Otsuka. Kepanitiaannya diikuti oleh sister dari Indonesia dan Jepang. Bahkan tahun ini, sister dari Singapura juga ikut serta di dalamnya. Terlibatnya sister dari berbagai negara membuat kepanitiaan ini menjadi unik. Rapat-rapat menggunakan dua bahasa, Indonesia, dan Jepang. Kadang diselingi dengan bahasa Inggris, agar sister dari Singapura dapat mengerti dengan baik jalannya rapat. Terbayangkan, betapa lamanya waktu rapat yang harus dijalani dengan pengalihan bahasa ini? Belum lagi perbedaan gaya kerja dan pola pikir sering membuat rapat berlarut-larut. Membuat suntuk para peserta rapat. Tapi ini harus dijalani bila ingin acara camp ini sukses.

Teringat awal-awal saya bergaul dengan Nadia san, yang selalu mendapat amanah penanggung jawab di tiga tahun terakhir (selain karena ia fasih berbahasa Indonesia, jiwa kepemimpinannya juga patut diacungi jempol). Sering kali kami saling salah faham. Bahkan kadang kesalahpahaman itu memicu pertengkaran kecil di antara kami. Saya ingat, gaya berpikir sister dari Indonesia yang cenderung lebih global dan kurang memperhatikan detil-detil bila dibandingkan sister nihonjin, sering menimbulkan masalah. Sister Indonesia bagus dalam hal konsep, tapi lemah ketika menerjemahkannya ke dalam detil-detil acara. Itu bagi sister Nihonjin. Bagi sister dari Indonesia, sister nihonjin terlalu detil, malah kadang menghabiskan waktu membicarakan yang detil-detil seperti itu. Selain itu, bagi sister nihonjin, sister dari Indonesia sering kali bekerja dalam sistem SKS (sistem kebut semalam), kalau sudah kepepet waktu, baru pikiran bisa jalan, baru pekerjaan bisa bagus. Sementara pikiran sister Indonesia, yang penting pekerjaan beres, suka-suka kami mau bekerja seperti apa pun juga.

Di awal-awal kerja sama itulah masa-masa tersulit. Harus menyesuaikan diri dengan gaya bekerja dan berpikir yang berbeda. Saling berlapang dada dengan kesalahan-kesalahan kecil yang kami perbuat. Lambat laun kami sadar, tidak mungkin bisa merubah gaya kerja atau gaya pikir seseorang dalam waktu singkat. Apalagi yang sudah terbentuk jauh-jauh hari oleh budaya tanah air. Lebih arif bila kami saling memahami dan menyesuaikan diri dengan kerja masing-masing. Kami sadar, ini baru sebagian kecil dari wujud amal jama’i* yang diperintahkan dalam Islam. Kalau hal yang kecil ini bisa kami lalui, mimpi besar kami, agar umat Islam di seluruh dunia bisa bersatu dan bekerja sama, mudah-mudahan bisa terwujud.

Alhamdulillah, sejalan dengan semakin manisnya ukhuwah di antara kami, kerja sama kami di tahun berikutnya menjadi lebih ringan. Kami jadi tahu tugas-tugas apa yang cocok dilakukan oleh masing-masing orang. Sudah bisa saling mengandalkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh setiap sister. Dan setiap tahunnya, acara Natsu Camp Otsuka bisa dibilang sukses dengan peserta dari berbagai negara.

Note :
Amal Jama'i : Kerja Sama
Natsu Camp : Camp Musim Panas

http://hifizahn.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Hifizah Nur sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Saeful Arif | Dagang
Saya senang membaca di KotaSantri.com.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1014 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels