Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://karitasurya.kotasantri.com
Bergabung
21 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa Barat
Pekerjaan
Ibu Rumah Tangga
http://karitasurya.multiply.com
ratu_karitasurya
Tulisan Ratu Lainnya
Sikap Hidup Seorang Muslimah
Kemarin pukul 13:45 WIB
Istri Shalehah
12 April 2012 pukul 16:00 WIB
Wanita Shalihah, Sebaik-baik Perhiasan Dunia
1 Maret 2012 pukul 15:15 WIB
Feminisme, Apa tuh?
19 Januari 2012 pukul 14:00 WIB
Persaingan Ayah dan Anak dalam Merebut Syurga
25 Oktober 2011 pukul 15:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 28 Maret 2009 pukul 15:33 WIB

Susahnya Menjaga Keikhlasan

Penulis : Ratu Karitasurya

Ada sebuah pertanyaan yang menggelayuti pikiran saya, ketika teman saya bertanya, "Sudahkah kamu ikhlas sebagai Hamba Allah, Ratu?" Ya, pertanyaan itu begitu dalam bagi saya, menampar-nampar diri saya yang kerdil ini. Sulit bagi saya untuk mengukur sejauh mana keikhlasan saya dalam beribadah, atau justru memang tidak ada keikhlasan sama sekali? Na'udzubillahi min dzalik.

Ketika kita bisa mencintaiNya dan Ikhlas menjadi hambaNya, terasa kita begitu "mencanduNya", neraka pun tak mengapa asalkan mendapat ridhaNya, syurga bukan lagi tujuan utama, karena itu adalah sebagian bukti cintaNya. Begitulah selalu Rabiatul Adawiyah berdo'a, untuk mendekatkan diri pada Sang Kekasih Hati agar bisa merasakan keikhlasan ketika menjadi hambaNya.

"Mbak, saya mau minta air satu ember, karena sumur di rumah kami kering," begitu pinta tetangga saya di suatu pagi. Walaupun saya mengizinkannya untuk mengambil satu ember air dari dalam rumah, ternyata saya tidak bisa menyembunyikan ketidakikhlasan, dengan wajah yang masam, ketika tetangga saya berlalu sambil mengucapkan terima kasih yang cukup tulus terpancar dari wajahnya.

Sementara dalam hati saya sudah berkecamuk berbagai macam prasangka kepadanya, "Pagi-pagi sudah ganggu orang." Suara bisikan itu sudah merasuk ke dalam hati saya. "Astaghfirullah," bisik saya perlahan. Hanya karena seember air, saya sudah berlaku tidak adil pada tetangga, karena sebenarnya dia juga mempunyai hak untuk diberi pertolongan.

Mungkin seember air itu memang diperlukan oleh tetangga saya untuk memasak air minum untuk keluarganya, mungkin seember air itu diperlukan untuk keperluan mandi anaknya yang mau berangkat sekolah. Bagaimana jika Allah menghendaki sumur di rumah saya yang kekeringan? Hanya karena ketidakikhlasan memberi seember air, rusak sudah amalan saya dan tidak bernilai apapun di sisiNya.

Baru saya sadari betapa tidak ikhlasnya saya dalam beramal. Seringkali kita terasa berat mengerjakan amalan-amalan yang ringan, dikarenakan kurang ikhlas dalam mengamalkannya. Astaghfirullahal 'adzim.

"Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar." (QS. An-Nisa : 146).

http://karitasurya.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ratu Karitasurya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Angga Ciptadi | Karyawan
Sering-sering maen ke web ini, biar terus dapat insiprasi + motivasi dalam menjalani hari. Mudah-mudahan berkah.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1184 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels