HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://karitasurya.kotasantri.com
Bergabung
21 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa Barat
Pekerjaan
Ibu Rumah Tangga
http://karitasurya.multiply.com
ratu_karitasurya
Tulisan Ratu Lainnya
Menjaga Kemuliaan Diri di Tempat Kerja
5 Desember 2013 pukul 20:00 WIB
Wirausaha bagi Ibu Rumah Tangga
30 November 2013 pukul 19:00 WIB
Masuk Neraka karena Kucing
26 November 2013 pukul 21:00 WIB
Jenis Wirausaha yang Cocok untuk Wanita
24 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Karakteristik Rumah Tangga Islami
19 Oktober 2013 pukul 19:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 28 Maret 2009 pukul 15:33 WIB

Susahnya Menjaga Keikhlasan

Penulis : Ratu Karitasurya

Ada sebuah pertanyaan yang menggelayuti pikiran saya, ketika teman saya bertanya, "Sudahkah kamu ikhlas sebagai Hamba Allah, Ratu?" Ya, pertanyaan itu begitu dalam bagi saya, menampar-nampar diri saya yang kerdil ini. Sulit bagi saya untuk mengukur sejauh mana keikhlasan saya dalam beribadah, atau justru memang tidak ada keikhlasan sama sekali? Na'udzubillahi min dzalik.

Ketika kita bisa mencintaiNya dan Ikhlas menjadi hambaNya, terasa kita begitu "mencanduNya", neraka pun tak mengapa asalkan mendapat ridhaNya, syurga bukan lagi tujuan utama, karena itu adalah sebagian bukti cintaNya. Begitulah selalu Rabiatul Adawiyah berdo'a, untuk mendekatkan diri pada Sang Kekasih Hati agar bisa merasakan keikhlasan ketika menjadi hambaNya.

"Mbak, saya mau minta air satu ember, karena sumur di rumah kami kering," begitu pinta tetangga saya di suatu pagi. Walaupun saya mengizinkannya untuk mengambil satu ember air dari dalam rumah, ternyata saya tidak bisa menyembunyikan ketidakikhlasan, dengan wajah yang masam, ketika tetangga saya berlalu sambil mengucapkan terima kasih yang cukup tulus terpancar dari wajahnya.

Sementara dalam hati saya sudah berkecamuk berbagai macam prasangka kepadanya, "Pagi-pagi sudah ganggu orang." Suara bisikan itu sudah merasuk ke dalam hati saya. "Astaghfirullah," bisik saya perlahan. Hanya karena seember air, saya sudah berlaku tidak adil pada tetangga, karena sebenarnya dia juga mempunyai hak untuk diberi pertolongan.

Mungkin seember air itu memang diperlukan oleh tetangga saya untuk memasak air minum untuk keluarganya, mungkin seember air itu diperlukan untuk keperluan mandi anaknya yang mau berangkat sekolah. Bagaimana jika Allah menghendaki sumur di rumah saya yang kekeringan? Hanya karena ketidakikhlasan memberi seember air, rusak sudah amalan saya dan tidak bernilai apapun di sisiNya.

Baru saya sadari betapa tidak ikhlasnya saya dalam beramal. Seringkali kita terasa berat mengerjakan amalan-amalan yang ringan, dikarenakan kurang ikhlas dalam mengamalkannya. Astaghfirullahal 'adzim.

"Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar." (QS. An-Nisa : 146).

http://karitasurya.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ratu Karitasurya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Hamzah | Wiraswasta
KotaSantri.com, sejukkan hati!!! Peace ah. SaLam ukhuwwah wat hamba Allah se-alam dunia.
KotaSantri.com © 2002 - 2023
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0414 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels