HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
Alamat Akun
http://setta.kotasantri.com
Bergabung
12 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Mampang Prapatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Analis Industri
Penikmat sastra, admin situs Cerpen Koran Minggu di http://lakonhidup.wordpress.com
http://lakonhidup.wordpress.com
setta_81@yahoo.com
setta_81@yahoo.com
Tulisan Setta Lainnya
Jangan Pernah Sekali-kali Menghakimi!
20 Februari 2009 pukul 03:20 WIB
Orang-Orang Gila di Kampung Itu
16 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Sebelum Tiba Giliran Saya
14 Februari 2009 pukul 03:20 WIB
Kecuali Pohon Ghorqod
12 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Evolusi Diri
7 Februari 2009 pukul 03:20 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 2 Maret 2009 pukul 00:20 WIB

Talk Less Do More

Penulis : Setta SS

Jum'at pertama bulan Syawal 1429 H. Saya menjadi khatib Jum'at di Masjid Ar-Rahman di kampung kecil nenek saya. Tidak ada jadwal tetap untuk petugas khatib Jum'at di sana. Dan sering terjadi, saat waktu shalat Jum'at sudah masuk, sang khatib yang ditunggu-tunggu kehadirannya belum juga menampakkan batang hidungnya.

Setelah berpikir beberapa jenak sebelum memulai khutbah, terangkailah intisari khutbah Jum'at siang itu berikut ini.

***

Dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 183, Allah SWT mengakhiri perintah untuk berpuasa di bulan Ramadhan dengan kalimat "la'allakum tattaquun" yang artinya "agar kamu bertakwa."

Apakah takwa itu? Tidak lain, takwa adalah perubahan. Perubahan yang seperti apa? Rasulullah SAW telah memperingatkan kita, bahwa jika hari ini lebih jelek dari kemarin, kita celaka; jika hari ini sama dengan kemarin, kita merugi; dan jika hari ini lebih baik dari kemarin, kita beruntung.

Jadi, yang dimaksud dengan takwa adalah perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Selangkah demi selangkah dan berkesinambungan. Dan bukan sebaliknya. Takwa juga bukan stagnan, hanya diam di tempat tanpa berbuat.

Takwa adalah talk less do more. Ada banyak contoh dari perwujudan takwa dalam keseharian kita. Lebih produktif berkarya, profesional dalam bekerja, hormat dan bersikap bijak dalam interaksi dengan sesama, menghargai waktu, menjaga lisan dari komentar dan perkataan yang tidak bermanfaat, juga lebih mudah berinfaq. Lebih sabar, tidak korupsi, tidak mudah menghakimi, berbaik sangka, dan terus belajar ikhlas untuk memaafkan sesama.

Atau jika ada di antara Anda yang perokok berat, maka takwa adalah mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap dalam sehari, sedikit demi sedikit. Untuk kemudian menghentikannya secara total.

Itulah perwujudan takwa yang sebenar-benarnya takwa. Tidak hanya sebatas diyakini dalam hati dan diucapkan dengan lisan saja. Tapi harus sampai pada tahap memberi bukti nyata.

Ada tiga golongan dari orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang berpuasa selama di bulan Ramadhan, saat 'Idul Fithri tiba.

Pertama
, mereka yang malas sebelum Ramadhan, tetap malas selama Ramadhan, dan keluar dari Ramadhan masih dengan kemalasannya. Kedua, mereka yang malas sebelum Ramadhan, menjadi rajin saat Ramadhan, dan kembali malas saat meninggalkan Ramadhan. Ketiga, mereka yang malas sebelum Ramadhan, menjadi rajin selama Ramadhan, dan terus berusaha mempertahankan segala bentuk ketaatannya saat keluar dari Ramadhan.

Dan dari ketiga golongan di atas, hanya golongan ketiga sajalah yang akan mendapatkan kebahagian abadi kelak di sisiNya. Mari kita tanya diri kita masing-masing dengan sejujurnya, termasuk golongan manakah diri ini?

 

***

8 Oktober 2oo8 o6:4o a.m

http://lakonhidup.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Setta SS sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Mutiara | Swasta
Alhamdulillah, senangnya udah bisa bergabung dengan KotaSantri.com. Jazakumullah.
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0505 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels