Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://setta.kotasantri.com
Bergabung
12 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Mampang Prapatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Analis Industri
Penikmat sastra, admin situs Cerpen Koran Minggu di http://lakonhidup.wordpress.com
http://lakonhidup.wordpress.com
setta_81@yahoo.com
setta_81@yahoo.com
Tulisan Setta Lainnya
Kecuali Pohon Ghorqod
12 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Evolusi Diri
7 Februari 2009 pukul 03:20 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 14 Februari 2009 pukul 03:20 WIB

Sebelum Tiba Giliran Saya

Penulis : Setta SS

Ada banyak hal yang memaksa saya untuk lebih banyak merenung akhir-akhir ini. Bertanya dengan jujur, sejujur-jujurnya, tentang berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar saya.

Suatu hari, seorang kawan karib bercerita via email. Ia baru saja kecopetan dengan jumlah nominal hampir lima juta rupiah. Saya tertegun cukup lama membaca kisahnya. Membayangkan uang sejumlah itu lenyap dalam sekejap di perjalanan. Pelajaran apa yang dapat saya ambil?

Hari-hari berlari. Bulan pun terlampaui. Sore itu, saya berpapasan dengan seorang teman, sebut saja si X, yang baru pulang kerja dengan motornya. Kami berbincang sebentar di pinggir jalan.

Dan, dari mulutnya mengalirlah berita itu. Ia baru saja menengok si Y, teman kami, di sebuah tempat pijat tulang terkenal. Ternyata, kemarin sore sekitar pukul lima, si Y kecelakaan. Motor yang dinaikinya terjungkal ke pinggir jalan saat menghindari pengendara sepeda angin. Luka dalamnya cukup serius. Pangkal lengan kirinya turun beberapa centimeter dari posisi seharusnya.

Padahal, tepat dua hari sebelumnya, si Y masih bermain ke tempat saya dengan keadaan fisik segar bugar. Kini, ia terbaring merintih dengan lengan kiri cedera parah. Pelajaran apa yang dapat saya ambil?

Malam harinya, saat saya sedang mengajar anak-anak TPA di masjid, salah seorang murid saya melaporkan, "Anggi sakit. Tadi pagi tidak masuk sekolah."

Kemarin malam, Anggi masih ceria dengan senyum kecil khasnya. Sekarang, wajah itu tampak pucat karena demam yang merenggutnya. Pelajaran apa yang dapat saya ambil?

Sehari berselang, tatkala saya belum sempat berganti pakaian sepulang dari shalat Jum'at. Tetangga saya mengabarkan, bahwa si X semalam apes. Motornya menabrak sebuah sedan. Tangan dan kakinya terluka. Lampu depan motornya hancur. Dan, dia diharuskan membayar denda 800 ribu rupiah untuk biaya perbaikan sedan itu.

Saya terdiam lama mendengar kabar itu. Bukankah beberapa jam sebelumnya kami masih berbincang-bincang di pinggir jalan? Pelajaran apa yang dapat saya ambil?

Dan, sore itu juga, seorang adik kelas saya di SMP yang terpaut hampir sepuluh tahun, bercerita. Pagi itu ia ikut mengantarkan jenazah Pak Z, guru Bahasa Inggrisnya. Pak Z adalah guru Bahasa Inggris saya juga dulu. Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un.

Masih jelas dalam ingatan saya, beberapa bulan sebelumnya kami masih sempat bersenda gurau dalam acara Pramuka di sebuah bumi perkemahan. Saat itu, beliau tampak sehat tak kurang suatu apa. Pelajaran apa yang dapat saya ambil?

Cukup lama saya merenung. Terlepas dari berbagai faktor yang menjadi perantara dan ketetapanNya. Saya menyimpulkan, saya harus mempersiapkan diri untuk menghadapi semua kenyataan di atas.

Saya harus sudah siap kehilangan uang sejumlah milik kawan karib saya, jika suatu ketika saya diberi kesempatan untuk membawanya dalam suatu perjalanan. Saya harus sudah siap kecelakaan setiap kali saya bepergian dengan kendaraan. Dan karenanya, saya harus lebih berhati-hati dan selalu penuh konsentrasi. Saya harus sudah siap untuk sakit. Oleh karena itu, saya harus bisa memanfaatkan waktu sehat saya seoptimal mungkin.

Dan, saya pun harus sudah siap menerima kedatangan Izrail setiap saat. Dengan selalu mengisi detik demi detik sisa umur saya dengan sebaik-baik amalan.

Ya, mumpung giliran saya belum tiba.

***

3o Juli 2oo5 o2:45 p.m

http://lakonhidup.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Setta SS sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Hendi | Desain Grafis
Mari gabung di sini. Artikelnya bagus-bagus dan banyak hikmahnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0575 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels