Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
The Only One
19 Desember 2013 pukul 19:00 WIB
Menumpah dan Melepas
5 Desember 2013 pukul 19:00 WIB
Aku Sayang Allah
21 November 2013 pukul 19:00 WIB
Siang Itu
7 November 2013 pukul 21:00 WIB
Hari ini Terasa Lebih Indah
24 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 8 Februari 2009 pukul 03:20 WIB

Kontribusi

Penulis : Rifatul Farida

"Lakukan segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampai kalian sendiri merasa jemu." (HR. Bukhari).

Ada banyak hal yang belum kita tahu. Ada banyak keterampilan yang belum kita bisa. Ada banyak wawasan yang terlewatkan. Ada ribuan buku yang terbit tiap hari. Ada milyaran manusia yang belum kita kenal. Ada jutaan tempat yang belum kita kunjungi. Ada banyak kata yang yang belum sempat terucap dan tersampaikan. Ada banyak buah pikiran yang belum tersalurkan. Ada banyak ide dan rancang karya yang belum kita wujudkan. Demi Allah, ada banyak ilmu yang belum kita amalkan.

Padahal Allah telah menyediakan tempat belajar dan berbagi ilmu; Ada banyak masjid tanpa jama'ah dan pemakmur. Ada banyak TPA yang kekurangan pembina. Ada banyak acara dakwah yang kurang lancar, sebab tak ada personil yang memadai. Ada pengelolaan yang belum profesional melihat cara kerja panitia pada sebuah seminar. Rohis atau majelis ta'lim masih pontang-panting dan compang-camping kalau mengadakan acara. Ada banyak remaja masjid yang justru menggunakan kegiatan untuk pacaran. Itu yang dekat dan kecil. Ada yang dekat tapi besar, misalnya; Ada jutaan muslimin miskin adalah tetangga kita. Ratusan ribu anak jalanan lalu lalang di depan rumah. Jutaan umat terancam Kristenisasi dan permutadan.

Lalu yang jauh di mata tapi seharusnya dekat di hati? Ribuan warga Palestina meregang nyawa. Anak-anak kecil dengan ketapel menghadang Tank dan Buldozer Israel. Orang-orang tak berdosa korban bom curah dan bom karpet Amerika di Afghanistan dan Iraq. Muslimah yang diteror, ditarik jilbabnya, dan diperkosa. Demi Allah, ada banyak hal yang akan ditanyakanNya kepada kita, soal ukhuwah, cinta, dan kepedulian.

Menyikapi hal tersebut, seseorang berujar, "Saya kan juga masih bodoh soal agama, belum layak ambil bagian dalam dakwah. Sepantasnya saya didakwahi dulu sampai benar-benar bisa. Baru kalau memang nanti saya bisa ceramah, ajak deh saya berdakwah."

Ketahuilah, kalau dakwah hanya ceramah, maka dunia hanya perlu lidah, tak perlu anggota badan yang lain! Cobalah pahami. Bila anda seseorang yang bisa mengebut, tak ada keterampilan lainnya, betapa berharga anda sebagai penjemput ustadz pengisi kajian yang rumahnya nun jauh di sana. Pun saat anda seorang yang agak 'pelit' (baca : hati-hati) soal uang, ada jabatan bendahara Rohis menanti. Pun ketika anda hanya seorang yang suka jajan, anda-lah referensi sie konsumsi untuk mencari konsumsi terlezat dan termurah. Pun ketika anda seorang yang suka berpetualang, anda tetap referensi dan surveyor tangguh bagi tim outbond Islami. Pun ketika anda kenal para sopir, bukankah kita perlu sie transportasi? Pun kalau anda bercita-cita menjadi pebisnis sukses, mengapa tak sejak sekarang belajar dalam sie dana usaha? Pun kalau anda ingin jadi aktivis LSM muslim, kok tidak sejak sekarang mengumpulkan dan mengelola infaq untuk pengungsi di Ambon, Poso, korban perang Afghanistan, Iraq, dan Palestina? Begitu banyak yang bisa dilakukan dalam dakwah ini.

"Hai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan RabbMU agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah! Dan perbuatan dosa tinggalkanlah! Dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, Bersabarlah!"
(QS. Al-Mudatstsir : 1-7).

Tengoklah ke belakang. Investasi Utsman telah memakmurkan seluruh Madinah. Enterpreneurship Abdurrahman ibn 'Auf telah membangun keseimbangan pasar yang sebelumnya dikukung hemogini Yahudi. Keuletan petani seperti Abu Thalhah telah menjamin ketahanan pangan Madinah. Kemahiran Asy-Syifa' binti Abdillah telah menjaga kesehatan penduduk Madinah. Administrasi ala Umr Ibn Al-Khattab membuat negerinya sentausa. Kejelian akunting Abu Ubaidah telah menjaminkan keadilan dan pemerataan ekonomi umat. Kelihaian perang Walid bin Khalid telah membuka wilayah-wilayah baru. Kecerdikan diplomasi Amr ibn Al-Ash telah menaklukan banyak tanah tanpa menumpahkan darah. Begitulah...

Maka kini, mungkin dalam keterbatasan kita, bercita-cita tinggilah. Kerjakan semua yang kau bisa sampai batas kelelahan menghampiri. Malam ini, saat kau rasakan pegal di punggung, ngilu di kaki, dan nyeri di sendi, berbaringlah bertafakur di tempat tidur. Bermuhasabahlah sambil merilekskan tubuhmu. Rasakan kenyamanan yang sangat. Lalu, bolehlah engkau bersenandung seperti yang dilantunkan Hijjaz :
Selimuti diriku

Dengan Sutra kasih sayangMU
Agar lena nanti, ku mimipikan surga yang indah
Abadi
Pabila ku terjaga
Dapat lagi kurasai
Betapa harumnya, wangian surga firdausi
Oh Illah
(Hijjaz : Sebelum Mata Terlena)

Semoga segala kelelahanmu, berhadiah pijatan lembut bidadari.

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Anna | Staff UPT Laboratorium
Subhanallah... KotaSantri.com isinya bagus, menarik, dan yang pasti banyak artikel-artikel yang menambah ilmu dan pengalaman.
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0447 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels