Pelangi » Pernik | Ahad, 27 Oktober 2013 pukul 19:00 WIB

Dewasa

Penulis : Yanti

Aku pernah membaca sebuah komik berjudul Rose of Versailles. Menjelang akhir hidupnya, setelah melewati berbagai peristiwa, pengkhianatan, kekecewaan, cinta yang rumit dan pilihan yang berat, Oscar bertanya "mengapa manusia harus dewasa dan berlari menuju kehancurannya sendiri?"

Beberapa tahun kemudian, saat menjelang dewasa, aku mulai memiliki bebanku sendiri. Berpikir untuk saving uang dari kerja paruh waktuku demi membayar kuliah, terlibat dengan orang yang rumit dalam hubungan yang rumit pula dan mulai memimpin beberapa pekerjaan, membuatku lelah. Pada saat itu aku bertanya pada temanku "Mengapa manusia harus dewasa dan berlari menuju kehancurannya sendiri?"

Bang Bim, temanku itu tertawa. Dia setuju, bahwa masa kecil adalah masa yang luar biasa indah. Tanpa beban, dan semuanya terasa ringan. Dewasa adalah jalan yang memang seakan akan menuju pada kehancuran. Beban, tanggungjawab, pilihan yang berat, kepedulian pada hal-hal di sekitar semakin besar, membuat hidup menjadi tak seindah di masa kecil.

"Tau kenapa manusia harus dewasa?" katanya tiba-tiba.

"Entahlah," kataku

"Karena kita punya hutang,"

"Hutang apa?"

"Kita punya hutang atas masa kecil yang indah. Kita bisa memiliki masa kecil yang indah, karena saat itu orang dewasa di sekitar kita membuat kondisi dimana kita bisa menikmati masa kecil itu. Itulah hutang kita. Kita harus menjadi dewasa, agar kita bisa membuat masa kecil yang indah bagi orang lain yang lahir setelah kita. Begitu cara membayar hutang tersebut. Terus seperti itu. Dewasa yang katamu jalan kehancuran itu adalah kebahagiaan bagi orang yang lahir setelahmu. Tapi, tahukah kamu, seharusnya itu bukanlah jalan kehancuran, sebab masa kecil itu cukup untuk membuatmu tumbuh menjadi seseorang yang kuat dalam mengahadapi segala kemungkinan dalam hidupmu. Tumbuhlah lebih kuat dan cerdas, maka kau akan baik-baik saja,” katanya.

Saat ini, beberapa tahun telah berlalu. Aku melihat ternyata keindahan masa kecil saat ini mulai kabur. Anak-anak menjadi terlalu cepat dewasa, memiliki beban seiring tekanan hidup yang semakin kuat. Mereka bahkan ‘terpaksa’ melewati batas kanak-kanaknya dan harus menjadi lebih tua dari yang seharusnya. Seringkali, justru orang dewasalah yang ‘menitipkan’ beban itu di pundak mereka. Aku teringat pada kata-kata Bang Bim bahwa kita semua harus dewasa karena kita punya hutang untuk membuat masa kecil yang indah bagi orang-orang lahir setelah kita. Jika tak ada lagi masa kecil yang indah, jadi untuk apa kita tumbuh dewasa?

KotaSantri.com 2002-2022