Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://ao_zora.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 00:55 WIB
Domisili
Pekanbaru - Riau
Pekerjaan
Student and Author
...a cocoon becomes a beautiful butterfly. just like the butterfly's metamorphosis, i wanna become the extraordinary girl not just ordinary girl anymore..
aozora_hime@yahoo.com
yuki_sakamoto@rocketmail.com
aozora_hime@hotmail.com
Tulisan Aozora_hime Lainnya
Islamic New Year, New Schedule
21 Desember 2009 pukul 16:09 WIB
Aku Orang yang Beruntung
22 Agustus 2009 pukul 16:00 WIB
Say I don't Know, Why Not?!
15 Agustus 2009 pukul 20:00 WIB
The Real Happiness
26 Juli 2009 pukul 15:00 WIB
Sudahkah Kamu Mengeskalasikan Ibadahmu?
25 Juli 2009 pukul 19:21 WIB
Pelangi
Pelangi » Pernik

Ahad, 4 Juli 2010 pukul 17:10 WIB

Ujian dan Kematian

Penulis : aozora_hime

Aku melirik tanggal lahir hari ini. Hari Ahad, tanggal 13 Juni. Aku melirik dua tanggal yang kulingkar dengan tinta hitam. Hufft... Nggak terasa. Ujian itu bakalan datang dalam waktu dua hari lagi. Duh, mudah-mudahan dalam waktu dua hari ini aku bisa menyelesaikan menjawab soal-soal yang belum sempat kujawab karena sibuk dengan kuliah dan segala aktivitas lainnya. Hari Rabu dan Kamis esok adalah ujian SNMPTN. Ujian kali ini adalah kesempatan terakhirku untuk bisa mengikuti ujian masuk PTN. Karena hanya ada tiga kali kesempatan yang diberikan untuk calon mahasiswa. Kemudian aku teringat dengan kata-kata semangat dari teman-temanku dan kakak-kakak tingkatku di rohis kampus.

Subhanallah, mereka sangat mendukung dengan keputusanku mengikuti ujian ini walaupun sudah dua kali aku belum berhasil masuk ke jurusan yang aku idam-idamkan, kedokteran. Tapi ada beberapa orang yang berusaha menjatuhkan mentalku. Itu tidak jadi masalah. Yang penting aku berusaha dulu dan berdo'a dan jikalau memang kedokteran bukan jodohku, pasti Allah memberikan hadiah yang sangat terindah dan hikmah yang sangat berharga buatku. Dan jika sebaliknya, aku harus menjalankan azamku untuk tetap semangat belajar di kedokteran dan bisa jadi dokter yang berharga buat Islam.

Beberapa bulan dan hari sebelumnya, aku masih semangat belajar. Tapi, hari ini dan beberapa hari terakhir ini aku merasa was-was. Rabbi, ini pasti gara-gara semakin dekatnya ‘the final war itu'. Semakin aku fokus dengan studi, semakin aku merasa gugup, was-was, dan pikiran-pikiran jahat mulai merasukiku. Aku beristighfar banyak-banyak dan berdo'a memohon perlindungan-Nya. Terbayang jika aku tidak lulus, apa yang akan dikatakan teman-teman, kakak-kakakku, dan juga kedua ortuku yang cukup terkejut saat aku utarakan keinginan mengikuti ujian ini lagi. Trus, jika tidak lulus nanti, bagaimana dengan mimpiku untuk kuliah di Harvard Medical School. Dan bayangan-bayangan buruk itu semakin berkelebat bahkan pada shalat sekalipun. Astaghfirullah. Kembali aku beristighfar banyak-banyak. Kenapa aku jadi paranoid begini? Kenapa aku takut dengan masa depan yang belum terjadi?

Tiba-tiba aku teringat dengan salah satu kakak kelasku yang telah meninggal saat diriku masih duduk di bangku kelas satu SMA. Teringat dengan bau bunga saat ia dimandikan. Teringat dengan wajah beliau yang masih sempat aku lihat sebelum kain kafan ditutup ke wajahnya. Teringat dengan isak tangis keluarganya saat ia dido'akan setelah tanah menutupi tubuhnya dan ia tinggal sendirian di dalam liang lahat yang sangat gelap itu. Dan jika aku berada di posisinya saat ini.

Allahu Rabbi, aku benar-benar belum sanggup jika aku mati saat ini. Aku takut jika aku mati tapi dalam keadaan tidak Engkau ridhai. Aku takut jika seluruh amalan yang telah aku lakukan selama hidup di dunia ini tidak bisa menghantarkanku untuk bisa menggapai cita-cita tertinggiku, yaitu berjumpa dengan-Mu dan hidup di surga bersama dengan para mujahid-mujahidah-Mu. Aku merasa takut saat itu juga. Rasa takut akan kematian ini lebih dahsyat dan membuatku merinding dibandingkan dengan rasa takutku akan ujian itu. Seketika aku beristighfar. Aku tidak boleh takut dengan ujian dan masa depan yang belum terjadi. Rasa takut ini tidak boleh melebihi rasa takutku dengan Dia dan kematian yang bisa datang kapan saja.

Masih ada waktu untuk belajar dan melakukan persiapan untuk ujian . Dan aku masih punya waktu untuk melakukan persiapan menghadapi kematian. Teringat dengan sebuah lirik nasyid favoritku berjudul Insya Allah yang dinyanyikan oleh Maher Zain.

“Don't despair and never loose hope.
Cause Allah is always by your side.”

Bismillah, aku mulai belajar lagi dengan penuh semangat. Kuyakin bahwa aku bisa menjawab soal-soal ujian tersebut. Tidak ada lagi rasa takut dengan ujian SNMPTN. Dan aku optimis bahwa aku bisa lulus. Tapi, aku serahkan semua usaha dan do'a ini kepada-Nya. Karena hanya Dia satu-satunya yang Maha Mengetahui apa takdir terbaik untukku. Dan aku hanyalah manusia biasa yang selalu bergantung dan selalu meminta pada-Nya.

Ada dua ayat Al-Qur'an yang menjadi renunganku saat ini.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216).

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr : 18).

Kuserahkan semuanya pada-Mu, Rabb. Laa Haula wala Quwwata illa billahil 'aliyyil Adhim.

In my room, June 13

9:08 PM

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan aozora_hime sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

al falamiy | pengajar
syukran for KSC, banyak ilmu yang dapat diambil dari KSC. teman KSC dari boyolali ada gak ya?
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0520 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels