QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Gumpalan Rasa
22 Mei 2009 pukul 18:44 WIB
Spirit Ruhiyah yang Menghebat
12 Mei 2009 pukul 17:34 WIB
Gelora Rasa Memenuhi Hatiku
11 Mei 2009 pukul 18:30 WIB
Bernostalgia dengan Masa Lalu
28 April 2009 pukul 17:50 WIB
Pesona yang Memagnet Hati
27 April 2009 pukul 17:16 WIB
Pelangi
Pelangi » Pernik

Ahad, 24 Mei 2009 pukul 17:10 WIB

Bapak Tua Penjual Pisang

Penulis : Rifatul Farida

Masih tergambar jelas dalam sayup mata ini, bapak tua itu menyodorkan sesisir buah pisang dengan muka memelas agar dibeli. "Tolonglah, neng, beli berapa saja, dari pagi kami belum makan," ucapnya sambil mengusap kepala si kecil yang ada di sampingnya.

"Ini, pak. Kembalinya ambil aja," seorang akhwat yang siang itu menjadi teman setiaku menyusuri jalan Panbil - Plaza Batamindo menyodorkan uang 50 ribuan. Tanganku berhenti merogoh tas seiring kesadaran akhwat itu telah mendahului.

Beberapa hari kemudian, "Neng, tolong beli pisang ini, berapa aja, neng. Seharian kami belum makan." Suara memelas yang sepertinya tak asing menghentikan tanganku meraih pintu sebuah ATM malam itu. Ups.. Bukankah ini bapak yang kemarin itu?

"Pisang ini dari mana, pak?" tanyaku hati-hati.

"Ini hasil kebun sendiri, neng. Tolong beli ya, neng."

"Wah, berarti rumah bapak jauh dong dari sini?"

"Iya, neng. Bapak dari ...," bapak itu menyebutkan sebuah tempat yang aku tak bisa mengingatnya.

"Kalo gitu, bapak ke sininya naik apa?"

"Tadi kebetulan ada tumpangan gratis."

"Ooo..."

"Jadi kan, neng, beli pisangnya?"

"Berapa, pak?" basa-basiku menayakan harganya.

"Berapa saja deh, neng."

"Lho, saya gak tahu harga pisang, pak. Kalo bapak gak kasih harganya, gimana saya mau beli?" aku mencoba cari tahu sebenernya 'apa ini'.

"Ya sudah, neng. Ini 2 sisir, kalo neng beli semua, 15 ribu saja."

Kusodorkan selembar uang kertas.

"Wah, neng, gak ada kembaliannya."

"Buat bapak aja deh kalo gitu," ucapku sambil dipenuhi perasan heran.

Dua hari berlalu. Sebuah pemandangan menyita mataku. Seorang bapak tua sedang memelas menawarkan pisang pada seorang akhwat yang sedang melintas di jalan itu. Transaksi jual beli terjadi begitu saja.

Aku mendesah panjang. Astaghfirullah. Aku tak mau su'udzan, tapi aku juga tak bisa menutup mata dengan hal ini. Di antara sekian banyak orang yang ada di sana, kenapa bapak itu hanya menawarkan kepada yang berjilbab?

Sekitar seminggu kemudian. Buru-buru aku ke luar dari ATM karena harus datang tepat waktu pada sebuah acara.

"Neng, tolong beli pisang ini buat beli sarapan."

Aku tersentak menatap bapak tua itu.

"Maaf, pak, kali ini saya tidak bisa membeli pisang bapak," ucapku kemudian berlalu.

"Berapa aja, neng. Tolonglah."

Aku mencoba tak menggubrisnya. Tapi sungguh, ada yang bergemuruh di dalam dada ini. Maafkan aku, pak tua, semoga ini menjadi pelajaran bagi bapak kalau tidak semua wanita berjilbab bisa disalahmanfaatkan kebaikannya.

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Salsabila | Mahasiswi
Subhanallah... Walhamdulillah... Sarana dari KSC lengkap banget. Semoga bermanfaat buat kita. Amin...
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0629 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels