HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Di Sini ...
3 Maret 2009 pukul 01:14 WIB
Pilar Rumah Tangga
1 Maret 2009 pukul 05:22 WIB
Muslimah dan Dakwah
14 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Selarik Rindu Masih Melintang di Sini
10 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Kontribusi
8 Februari 2009 pukul 03:20 WIB
Pelangi
Pelangi » Pernik

Selasa, 3 Maret 2009 pukul 17:49 WIB

Lukisan Kisah

Penulis : Rifatul Farida

"Lalu, inikah yang dinamakan takdir, jika segala daya telah kulakukan tuk ke luar dari kubangan masalah ini?" hatiku berbisik berat melempar tanya tak berkesudahan.

"Inikah titik henti di mana aku harus menyandarkan segala kepasrahan? Diam tak bergerak menunggu waktu mengejakan ketentuan yang harus dijalani."

Hening... Tak ada jawaban dari sudut mana pun di ruang jiwa, atau samar gema yang kuharap menyudahi tanya di pendaman rasa.

"Rabb...," tanpa kusadari, bibirku menyebut pilu asmaNya. "Salahkah aku jika meminta penjelasan terhadap apa yang kini sedang terjadi dalam hidupku, sebagai manusia biasa tanpa daya di balik upaya yang telah terjalani?"

Segumpal sesak menjalar sepenuh ruang dada. Menghimpitku pada sebuah keputusasaan yang terbayang di pelupuk mata. Terbingkai selembar masalah berlukis kisah tentang beban berat kehidupan seorang anak manusia yang menginjak dewasa. Menjalani kisah pilu di masa muda yang seharusnya ceria. Berawal dari keputusan tuk hidup berbagi di waktu dini. Niat agung sempurnakan setengah agama yang ternyata tak seindah khayalan yang berbinar di ruang imajinasi.

Menjalani hidup sendiri dengan seorang anak di tanah rantau. Mengais rezeki dari kumparan deyut laju di balik gedung kaku yang dinamakan PT. Sang belahan jiwa yang hanya menemani sejenak hingga sempurna si kecil megucapkan kata "Abi". Di suatu malam kelam, terenggut nyawa manusia perkasa tumpuan dua jiwa. Kesalahan seorang pengendara sepeda motor yang tak mengindahkan traffic light menyala merah menyambar tubuh yang tengah berjalan tegap di zebra cross. Tubuh penuh berkah itu terpelanting dan akhirnya meregang nyawa, pergi tanpa ucapan pamit atau secuil pesan untuk ketabahan dua jiwa yang harus terus melaju menjalani hidup.

"Umi.. Umi..," rengekan si kecil menyadarkanku yang tengah menyeka goresan lukisan kisah di masa lalu. Segera ku bangkit dari sajadah di sepertiga malam ini. Dengan tubuh yang masih berbalut mukena, kudekati buah hatiku.

"Umi di sini, nak," bisikku sambil menepuk-nepuk pundak kecilnya agar segera lelap kembali. Kupandangi tubuh mungilnya. Di usianya yang telah genap 3 tahun, seharusnya dia sudah bisa berjalan riang. Main sepeda dengan teman sebayanya. Tapi, takdir menentukan lain. Ia harus tetap terbaring di kamar tidur, karena penyakit polio yang dideritanya.

"Rabb, jangan Engkau beri kami beban yang tak sanggup kami pikul," desahku pilu diringi butiran bening yang jatuh dari sudut mata.

Kembali aku larut dalam pengaduan kepadaNya. Berharap segumpal sesak kan terbuang di linangan air mata.

"Jauh di dasar hatiku, ya Rabb, ada asa yang masih menghujam kuat. Dan asa itu hanya aku sandarkan padaMu, wahai Pemilik Alam Raya, wahai Pemilik Kekuasan Tertiggi, wahai yang Mahabijkasana, wahai yang Maha Berkehendak."

"Mahasuci Engkau dari kesalahan. Kuatkan pijakan kaki ini, ya Rabb, dalam menjalani segala ketentuanMu. Jika dengan takdir ini, sejatinya Engkau sedang menempa jiwa kami agar kuat. Sungguh, ya Rabb, jangan jadikan ini beban berat yang mengikis Husnudzan-nya hati yang terluka."

"Rabb... KepadaMu kami menyembah dan kepadaMu kami mohon pertolongan. KepadaMu kami berlindung dari lemahnya iman dan buaian dunia yang melenakan."

"Rabb... Berkahi hidup kami. Aamiin."

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Darwin | Wiraswasta
Subhanallah... KotaSantri.com bisa dijadikan salah satu referensi guna menambah wawasan.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0638 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels