Pernik
255 Tulisan
Ahad, 20 Maret 2011 pukul 10:15 WIB
“Mbak, silahkan duduk! Capek nanti kalau berdiri terus. Maaf, tempatnya seadanya,” kata Bapak tukang tambal ban itu mempersilahkan aku duduk.
“Iya, Pak, terima kasih,” jawabku sambil tersenyum.
Aku agak ragu …
Ahad, 13 Maret 2011 pukul 12:30 WIB
Stasiun Tokyo tak pernah terlelap, berpuluh orang lalu lalang dengan gerakan cepat. Pun di saat sore hari. Deretan peron terlihat penuh sesak, dipenuhi tiga deret barisan rapi panjang calon penumpang. …
Ahad, 6 Maret 2011 pukul 12:00 WIB
Kupatut diri di depan cermin. Jilbab biru langit jadi pilihan. Bros perak berbentuk pita kusematkan, membuat jilbab yang kupakai kelihatan rapi dan takkan mudah disibakkan angin. Berangkat dari rumah, hati …
Ahad, 27 Februari 2011 pukul 10:30 WIB
"Lo kalo jalan, pake mata dong."
"Maaf, mbak."
"Pokoknya kalo sampe mug gue rusak. Gue pastiin lo nggak bakalan bisa tidur nyenyak, sebelum lo berhasil ganti mug gue, yang persis …
Ahad, 20 Februari 2011 pukul 10:15 WIB
Dengan langkah lunglai, kumasuki pekarangan rumah. Ada perasaan tak nyaman ketika membayangkan memasuki rumah yang telah sepuluh tahun kutempati ini. Bukan karena penghuninya, melainkan karena beban hati yang sedang kuhadapi. …