HR. Ahmad : "Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya."
Santri
Masykuri Mubarok
Karyawan Swasta
Tangerang
Tin Tina
Perawat
Solo
ainurafik
wiraswasta
jakarta barat
Forum
Suara
ida : Ninggalin jejak
yantie : Hidup mmg seperti panggung sandiwara, warna-i cerita nya ada suka, duka, lengkap bgt,, tggal bgmna kita memilihnya, (lurus, sesat kelak akan menuai hikmah/hasilnya)
Pelangi
Percik
Selasa, 7 Juli 2009 pukul 17:00 WIB
Achmad Fachrie
Tidak ada yang sempurna, begitulah sebagian besar orang mengatakan. Ya, sempurna ketika diartikan tanpa kesalahan, maka tidak ada manusia tanpa cacat, tanpa pernah melakukan kesalahan. Sebersih-bersihnya manusia, ia akan selalu …
Selengkapnya • Suka
Jum'at, 3 Juli 2009 pukul 17:30 WIB
Ashif Aminulloh Fathnan
Marilah sejenak kita renungkan perjalanan hidup kita. Saat mata tertutup untuk terakhir kalinya, saat itulah hidup kita dimulai sebenarnya. Malaikat menuntun menuju liang lahat, dan Mungkar Nakir muncul dengan seribu …
Selengkapnya • Suka
Selasa, 30 Juni 2009 pukul 18:00 WIB
Nia
Saudaraku, seharusnya kita merasa malu kepada Allah! Betapa tidak, banyak sekali kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita, namun masih sedikit yang kita syukuri. Tidak jarang justru kita membalas kebaikan …
Selengkapnya • Suka
Jum'at, 26 Juni 2009 pukul 17:00 WIB
Rifatul Farida
Seberapa kuat lagi jiwa menahan ketika hati kembali terseok sembilu di antara kamuflase ketegaran? Perih. Pedih. Sejurus irama hati mengalunkan nada-nada kepasrahan. Untuk kekuatan yang tak seberapa di rebahan dahsyatnya …
Selengkapnya • Suka
Selasa, 23 Juni 2009 pukul 17:49 WIB
Meyla Farid
Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah. Tidak patut kita, manusia, merasa senang dengan kelebihan yang kita miliki. Harta, untuk yang kaya. Jabatan, untuk yang punya jabatan. Rupa, untuk yang diberi …
Selengkapnya • Suka
Nia | Guru
KotaSantri.com top dech. Artikelnya bagus-bagus banget, sangat menyentuh kalbuku sampe berurai air mata membacanya dan sarat dengan hikmah. Bukankah hikmah adalah milik para mukmin yang tercecer? So, buruan gabung.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1722 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels