Pelangi » Percik | Jum'at, 27 Desember 2013 pukul 20:00 WIB

Ya Allah

Penulis : Redaksi KSC

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang, semua penumpang akan panik dan menyeru, "Ya Allah!"

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalur, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru, " Ya Allah!"

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru, "Ya Allah!"

Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup dan tabir-tabir permohonan telah digeraikan, orang-orang mendesah, "Ya Allah!"

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa sempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru, "Ya Allah!"

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup dan jiwa terasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus kita pikul, menyerulah, "Ya Allah!"

Setiap ucapan baik, do'a yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ke hadirat-Nya.

Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan!

Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat, dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar.

Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kokoh, karena "Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya." (QS. Asy-Syura (42) : 19).

Abu Luthfi Ar-Rasyid # Dimuat Ulang dari Arsip KSC # 21-05-2008

KotaSantri.com 2002-2019