Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://kopiradix.kotasantri.com
Bergabung
1 Mei 2009 pukul 23:11 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Muhammad Lainnya
Pengrajin Emas dan Pengrajin Kuningan
10 Desember 2013 pukul 21:00 WIB
(Mungkin) Tidak Ada Hypnotherapy di Gaza
30 November 2013 pukul 18:00 WIB
Belajar Menulis di Kala Patah Hati
29 November 2013 pukul 23:00 WIB
Sebuah Ruang Bernama Hati
26 November 2013 pukul 20:00 WIB
Shalat Bukanlah Sekedar Ritual
24 November 2013 pukul 18:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 17 Desember 2013 pukul 20:00 WIB

Bekerja sebagai Bagian dari Ibadah

Penulis : Muhammad Nahar

Ketika tidak lagi membedakan antara beribadah dan bekerja, sesungguhnya kita telah berubah dari seorang manusia sekuler menjadi manusia spiritual. - I Love Monday by Arvan Pradiansyah

Dalam dunia yang serba materialistik ini, yang namanya bekerja dan beribadah seringkali ditempatkan di dua ujung yang sangat berjauhan. Ibadah, terutama ritual, dianggap sebagai sesuatu yang suci, jauh, dan tinggi, sementara pekerjaan yang bersifat duniawi seakan menjadi sesuatu yang profan dan sekuler. Tuhan hanya hadir di tempat ibadah dan tidak hadir saat kita bekerja mencari nafkah.

Padahal esensi bekerja adalah melayani orang lain sebaik mungkin dan melayani adalah sesuatu yang bersifat spiritual. Tingkat spiritualitas dalam bekerja melayani orang-orang yang membutuhkan kemampuan kita dengan sepenuh hati sama tingginya dengan spiritualitas saat beribadah pada Tuhan. Apalagi, jika pekerjaan itu memang sesuai dengan "calling" yang ada dalam diri kita, yang sesungguhnya merupakan skenario Tuhan bagi kehadiran diri kita di dunia ini.

Keindahan dalam hidup dan pekerjaan akan kita rasakan ketika kita tidak lagi mampu membedakan antara beribadah dan bekerja. Saat itulah, pekerjaan kita sama bermaknanya dengan beribadah secara ritual untuk menyembah langsung pada Yang Mahakuasa. Tempat kerja bagi kita akan sama sucinya dengan tempat kita beribadah, sehingga pekerjaan kita memiliki nilai spiritual yang sama dengan ibadah ritual yang kita lakukan.

Referensi : I Love Monday by Arvan Pradiansyah

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Nahar sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Achmad Fachrie | Pekerja IT
Subhanallah... KotaSantri.com makin lama makin berkembang, baik dari sisi content dan context. Semoga makin bermanfaat untuk para pembaca. Yang belum gabung, gabung aja... Barakallah :)
KotaSantri.com © 2002 - 2017
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0714 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels