Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Merasa Dianaktirikan
2 November 2013 pukul 21:21 WIB
Sherif Quinn : Islam Itu Sederhana dan Logis
31 Oktober 2013 pukul 23:00 WIB
Hati-hati dengan Egois
30 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Pepes Ikan
27 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
Bencana Alam VS Bencana Buatan
26 Oktober 2013 pukul 23:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 5 November 2013 pukul 19:00 WIB

Menghindari Jalan Lain

Penulis : Redaksi KSC

Tujuan dari penciptaan kita adalah untuk beribadah. Tapi di sisi lain, kita juga punya tugas memakmurkan bumi, menegakkan keadilan, menyebar kedamain, dan menjauhi berbuat kerusakan. Pada keseluruhan tujuan dan tugas hidup itulah, kita menemukan banyak godaan, rintangan, dan halangan. Godaan pertama datang dari syetan. Yang hari-hari ini semakin punya banyak macam pendukung dari kalangan manusia.

Di dalam Al-Qur'an, Allah menjelaskan tentang berbagai hal penting dalam hidup. Seperti keharusan mentaati Allah, berbakti kepada orangtua, mengasihi orang yang tidak punya, berlaku adil dalam timbangan, dan lain-lain. Seluruh ajaran itulah inti dari jalan lurus yang diperintahkan Allah untuk kita lalui.

"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al-An'am : 153).

Para ulama dan ahli tafsir mengatakan, yang dimaksud dengan jalan-jalan yang lain adalah agama-agama dan kepercayaan yang lain dari Islam. Sementara seorang ulama ahli tafsir bernama Mujahid mengatakan, jalan lain adalah jalan bid'ah dan segala jalan yang tidak benar.

Dalam konteks itulah, sejujurnya, merenung tentang kematian, memberi kita daya pengingat dan penegur kala kita mulai tertarik kepada jalan yang tidak lurus. Mengingat kematian dengan serius dan sungguh-sungguh, akan menyadarkan, bahwa jalan yang salah itu akan berujung ke neraka.

Seorang mukmin, semestinya secara sadar dan sepenuh hati, meluangkan saat-saat tertentu untuk merenungkan kematian. Kematian diingat bukan untuk memupuskan semangat hidup. Tapi ia diingat, agar di tengah segala kelelahan kita, kita tidak lelah dua kali, lantaran kita salah menempuh jalan hidup.

Abu Luthfi Ar-Rasyid # Dimuat Ulang dari Arsip KSC # 14-05-2008

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Endang Supriatna, S.Pd. | Guru
Ingin bergabung pada web yang sangat bermanfaat bagi ummat ini. Semoga web ini benar -benar menjadi media ukhuwah dan penebar ilmu. Amien.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0722 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels