QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. "
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Berbicara kepada Anak-anak
28 September 2013 pukul 20:00 WIB
Faktor-Faktor yang Memperlemah Ulama
21 September 2013 pukul 21:00 WIB
Melissa Perez : Kagumi Ritual Shalat
19 September 2013 pukul 23:00 WIB
Mie Cha Cha
15 September 2013 pukul 23:00 WIB
Nyatakan kepada Allah Kehinaanmu
13 September 2013 pukul 21:21 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 1 Oktober 2013 pukul 22:00 WIB

Orang yang Meninggalkan Usahanya

Penulis : Redaksi KSC

"Adalah termasuk orang yang bodoh, mereka meninggalkan apa yang sudah dimilikinya, karena hendak mencari yang baru, dalam satu waktu, padahal Allah SWT telah memilih baginya pada waktu itu."

Jikalau Allah SWT menegaskan kepada para hambanya tentang hal ihwal sesuatu, tidaklah bertentangan dengan hukumnya sendiri, sehingga dijelaskan tentang tata cara dan adab yang baik sesuai pula dengan ikhtiar manusia.

Tujuan peraturan dari Allah SWT bagi manusia yang berkaitan dengan pekerjaan yang telah dianugerahkan Allah. Seorang hamba dengan apa yang telah dianugerahkan kepadanya, sebaik-baiknya tetap teguh kepada pekerjaannya.

Hanya orang bodoh yang akan meninggalkan pekerjaannya dan akan merubahnya dengan mencari yang baru, padahal Allah SWT belum berkehendak untuk itu. Semua perilaku dan amal ibadah hamba telah ditetapkan oleh Allah sejak semula di zaman azali.

Merubah sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah sangat mustahil, kecuali Allah telah menghendakinya. Perubahan dari satu keadaan kepada keadaan yang lain ditetapkan oleh Allah adalah juga sesuai dengan sunatullah dan peraturan alamiyah dan kebiasaan pada manusia sendiri.

Adalah sangat tidak pada tempatnya (bodoh) apabila seseorang ingin merubah keadaannya diwaktu Allah telah menetapkan dirinya pada satu waktu yang telah ditentukan.

Tidaklah benar seorang yang sedang sakit meminta disembuhkan pada waktu itu juga. Orang miskin minta menjadi kaya tanpa adab dan cara, pada waktu tertentu.

Ketetapan Allah bagi manusia dengan kodrat dan iradatNya tidak menyalahi kondisi manusia itu sendiri yang alami. Kehendak Allah atas manusia adalah pemberian Allah yang ditetapkan sesuai dengan rahmat dan kasih sayangNya. Iradat Allah atas manusia sesuai pula dengan ikhtiar manusia untuk dirinya.

Kehendak Allah (taqdir) adalah hukum yang tak dapat dirubah, sedangkan ikhtiar manusia adalah izin Allah yang ditugaskan kepada manusia untuk mendapatkan rahmat Allah. Hasil dari ikhtiar itulah yang dinamakan taqdir. Menerima taqdir Allah hendaklah dengan ridha, sabar, dan tawakal.

Dari Mutu Manikan Kitab Al-Hikam

Abu Luthfi Ar-Rasyid # Dimuat Ulang dari Arsip KSC # 28-05-2008

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

agung sutrisno | PNS
Isinya bagus, ringan, gampang dibaca, dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Keep on good works!!!
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0598 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels