Pelangi » Percik | Jum'at, 13 September 2013 pukul 21:21 WIB

Nyatakan kepada Allah Kehinaanmu

Penulis : Redaksi KSC

"Nyatakan dengan sungguh-sungguh sifat-sifat kekuranganmu, pasti Allah SWT akan memberimu pertolongan dengan kemulian sifat-sifatNya. Akuilah kehinaanmu di hadapan Allah, pasti Allah akan menolongmu dengan kekuasaanNya. Akuilah semua kelemahanmu di hadapan Allah, pasti Allah akan menolongmu dengan keagunganmu, kemampuan, dan kekuatanNya."

Memang, yang dimiliki manusia itu ada kelemahan dan ketidakmampuan. Keterbatasan yang menjadi sifat manusia itulah yang menyebabkan hamba Allah memerlukan pertolonganNya dalam menempuh hidup di dunia ini. Ia miskin, maka diperlukan kekayaan dari Allah. Ia sempit, maka diperlukan kelonggaran dari Allah SWT. Ia hina, maka diperlukan kemuliaan dari Allah SWT. Itulah pengakuan dari manusia. Pengakuan ini hendaklah disampaikan kepada Allah SWT dengan segala kerendahan dan ketidakmampuan manusia, mengharapkan semua kemuliaan dan kebahagiaan dunia dan akhirat dari Allah SWT.

Dalam kelemahan manusia itulah, Allah SWT menunjukkan kasih sayang, inayah, dan rahmatNya, karena hamba Allah mau mengaku dan menyandarkan seluruh harapannya kepada rahmat dan kasih sayangNya.

Abu Hasan Asy-Syadzili berkata, "Hamba Allah yang ma'rifatnya kepada Allah selalu ditingkatkan dalam menghadapi hidup di dunia ini dan pertarungan antara yang hak dan yang batil, telah memilih cara hidup mereka sendiri, akan tetapi tidak berarti mereka membenci dunia. Mereka telah memilih jalan yang dapat mereka rasakan kenikmatan dan kebahagiaan melalui jalan itu. Mereka memilih kebahagiaan yang menurut penilaian mereka adalah sifat yang mulia dan suci. Mereka memilih kefakiran daripada kekayaan, memilih lapar dari pada kenyang, memilih kesunyian daripada keramaian, memilih kesempitan daripada kelonggaran, memilih keabadian daripada kefanaan."

Semua sifat di atas adalah pilihan yang dapat menyelamatkan diri mereka dari kerasukan dan ketidakadilan hidup, dan mendapatkan mereka kepada rahmat dan kasih sayang Allah. Orang-orang yang memilih dari sifat-sifat tersebut telah menempatkan posisi dirinya jauh dari kepentingan pribadi, kemudian menerima pemberian Allah sebagai karunia yang menyenangkan. Tidak ada yang disusahkan dan tidak ada pula yang disenangkan, tidak ada yang dibesarkan, dan tidak ada pula yang dikecilkan, karena tidak ada yang penting bagi mereka kecuali ridha Allah. Semua anugerah Allah yang telah diterima adalah rahmat adanya.

Dari Mutu Manikan dari Kitab Al-Hikam

Abu Luthfi Ar-Rasyid # Dimuat Ulang dari Arsip KSC # 16-04-2008

KotaSantri.com 2002-2023