Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
Alamat Akun
http://ardadinata.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciamis - Jawa Barat
Pekerjaan
Penulis dan PNS
Arda Dinata adalah Penulis, Motivator, dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
http://www.ardadinata.web.id
http://facebook.com/ardadinata
http://twitter.com/ardadinata
Tulisan @ Lainnya
Etika Berdagang
29 Juni 2013 pukul 19:00 WIB
Puasa dan Keutamaan Ramadhan
26 Juni 2013 pukul 21:00 WIB
Ketika Kata itu Menyapa
14 Juni 2013 pukul 23:00 WIB
Kesempitan Menjadi Keleluasaan
29 Mei 2013 pukul 21:00 WIB
Indonesia Sebuah Fenomena
18 Mei 2013 pukul 12:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 2 Juli 2013 pukul 21:00 WIB

Taman-Taman Kebijakan

Penulis : @ Arda Dinata

Sahabat,

Taman itu begitu memberi kesejukan pada mata memandang. Udaranya begitu segar memberi rasa kesejukan pada rongga-rongga pernapasanku. Aku begitu menikmati nuansa taman-taman indah penuh warna itu. Aku belajar banyak tentang bagaimana berperilaku bijak dalam kehidupan ini. Kok bisa?

Ya, sangat bisa. Coba saja kita renungkan banyak kebijakan yang dapat kita rasakan tatkala kita menikmati kehidupan di taman-taman yang ada di sekitar kehidupan keseharian kita. Sebab, di sana aku merasakan bertaburnya nilai-nilai kebaikan bagi manusia. Bijak itu berarti tatkala kita bisa memahami perbedaan dan persamaan tentang nilai-nilai kebaikan dalam persepsi norma-norma kemanusiaan. Pun nilai-nilai kebaikan yang ditawarkan dari alam.

Jadi, sejatinya bijak adalah sebuah pilihan. Bijak bukanlah cuma pandai merangkai kata-kata, karena para perayupun pandai merangkai kata-kata yang manis. Dalam bahasa lain, berlaku bijak itu, adalah lebih baik mengerti daripada mengharapkan untuk dimengerti orang lain.

Sahabat,

Kebijakan itu merupakan solusi atas suatu masalah. Walaupun, kadangkala kebijakan (yang katanya bijak itu) seringkali tidak efektif akibat tidak cermat dalam merumuskan masalah. Dengan kata lain, dalam bahasa Dunn (2003), kebijakan sebagai obat seringkali tidak manjur bahkan mematikan, akibat diagnosa masalah atau penyakitnya keliru.

Untuk itu, di sini kita perlu ilmu kebijakan itu dalam menyelami kehidupan keseharian kita. Ilmu kebijakan berorientasi kepada masalah kontekstual, multi disiplin, dan bersifat normatif (benar-salah, baik-buruk, penting-tidak penting). Sehingga dengan ilmu kebijakan ini, hidup kita akan lebih bijak menyikapi setiap masalah yang muncul dalam kehidupan kita. DR. 'Aidh al-Qarni mengatakan, bahwa kebijakan itu sebaik namanya, keramahan seramah wujudnya, dan kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaatnya dari semua itu adalah mereka yang melakukannya. Mereka akan merasakan "buah"nya seketika itu juga dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka. Sehingga mereka pun selalu lapang dada, tenang, tentram, dan damai.

Sahabat,

Sungguh indah hidup ini, bila kita dapat berperilaku bijak dalam hidup keseharian. Sebab, bijak dalam kehidupan itu adalah ketepatan berfikir dan mengambil keputusan yang bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain. Dan yang patut kita sadari bersama bahwa bijak itu bukan masalah orang tua atau anak-anak, karena kebijakan dan pengetahuan ditentukan oleh pengalaman yang membentuk pola pikir. Orang yang usianya sangat tua pun bisa seperti bocah jika tidak belajar dari kehidupan ini.

Untuk itu, mari kita bulatkan tekad, berusaha, dan berdo'a untuk mewujudkan perilaku bijak tersebut. Wahai orang-orang yang merasa terancam oleh himpitan kesengsaraan, kecemasan, dan kegundahan hidup, maka kunjungilah taman-taman kebajikan. Sibukanlah diri ini dengan (berusaha) memberi, mengunjungi, membantu, menolong, dan meringankan beban sesama. Dengan perilaku semua itu, niscaya kita akan mendapatkan kebahagiaan dalam semua sisinya: rasa, warna, dan hakekatnya (baca QS. al-Lail : 19-21).

http://www.ardadinata.web.id

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan @ Arda Dinata sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Riesna | I'm Real Jobless
KotaSantri.com adalah situs keren yang memungkinkan kamu mengetahui dan mempelajari ilmu agama Islam lebih jauh, mudah, dan mengena. Di sini juga kamu bisa saling bersilaturahmi dengan para santri, melalui email dan chatting room yang tak kalah keren!
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0717 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels