Pelangi » Percik | Selasa, 21 Mei 2013 pukul 21:00 WIB

Pekerjaan Dakwah

Penulis : Betty Herawati

Amanah yang terembankan
pada pundak yang semakin lemah
Bukan sebuah keluhan,
ketidakterimaan, keputusasaan!
terlebih surut langkah ke belakang

Ini adalah awal pertempuran
Awal pembuktiaan
Siapa diri yang beriman

Wahai diri, sambutlah seruannya
Orang-orang besar lahir karena beban perjuangan
Bukan menghindar dari peperangan *

SAHABAT,
Mari kita ambil istirah sejenak. Kita nikmati keheningan bersama kesendirian. Kita pintal kembali harapan yang pernah terkoyak. Mari bermonolog dengan kejujuran hati nurani. Benarkah diri ini masih selalu merindu indah jannah-NYA? Keindahan yang dihadiahkan-NYA untuk orang-orang yang beriman; orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan-NYA. Benarkah kita bertekad untuk terlibat dalam sebuah perniagaan yang dapat menyelamatkan kita dari adzab pedih-NYA? Ya! Tentu selalu kita damba keberuntungan besar itu. Namun, akankah mampu kita bayar pahitnya perjuangan, dengan semanis mahar berupa pengorbanan? Sanggupkah kita menebusnya dengan amal yang tidak seberapa? Dengan kerja-kerja yang masih tak sempurna.

SAHABAT,
Selagi belum terlambat, mari luruskan kembali niat. Bukankah dari awal perjalanan kita telah diingatkan bahwa jalan dakwah yang akan kita tempuh adalah jalan panjang? Kitapun telah diingatkan betapa banyak aral dan cobaan yang menguji keistiqamahan kita dalam menempuhnya. Namun bukankah kitapun akhirnya sepakat untuk mengusungnya bersama-sama? Tak satupun dari kita yang sanggup memikul berat bebannya. Dan bukankah ALLAH pun menyukai kita terhimpun dalam barisan yang teratur hingga kita laksana bangunan yang tersusun kokoh?

SAHABAT,
Sudah saatnya kita mengambil peran dalam perjalanan panjang ini. Marilah berusaha dengan sungguh-sungguh dalam amal dakwah ini. Lakukan apapun yang bisa kita lakukan tanpa melanggar nilai-nilai syar’i. Hal-hal yang kita anggap kecil bisa jadi nilainya sangat besar di sisi ALLAH. Yakinlah bahwa ALLAH tidak melihat hasil usaha kita, akan tetapi sejauh mana keikhlasan, ikhtiar, dan kesungguhan hamba-hamba-NYA. Maka mari iringi setiap usaha kita dengan do'a-do'a malam; do'a yang dipenuhi rasa harap dan khauf atas pertolongan dan cobaan-NYA.

Ingatlah bahwa ALLAH tidak akan pernah mendzalimi hamba-NYA di luar batas kesunggupannya. Oleh karena itu, amanah apapun yang dipercayakan pada kita, Insya ALLAH kita mampu menunaikannya. Ketika amanah dipikulkan pada kita, berarti kita telah memenangkan proyek besar dari ALLAH; kita adalah orang-orang pilihan di antara yang lainnya.

“Dan berjihadlah kamu di jalan ALLAH dengan jihad yang sebenar-benarnya. DIA telah memilih kamu dan DIA tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. 22 : 78).

Gelorakan semangat juangmu, wahai SAHABATku! Sudah bukan saatnya lagi perbedaan karakter menjadi hal yang menghalangi amal dakwah kita. Sudah bukan zamannya semangat dakwah kita bergantung pada mood dalam diri. Sudah bukan waktunya kita hanya memilih menjadi penonton atas perjuangan dan pengorbanan saudara-saudara kita menegakkan risalah ini.

Mempengaruhi orang, itulah pekerjaan dakwah. Orang kaya lebih berpengaruh di mata masyarakat awam. Maka sudah semestinya kita menjadi orang-orang kaya ruhiyah, berjiwa besar dan berlapang dada, bersabar, dan tetap optimis akan pertolongan ALLAH SWT.

Bertahanlah meskipun beban dakwah ini begitu berat. Cukuplah keikhlasan menjadi saksi perjuangan kita. Berdo'alah selalu agar ALLAH menjadikan kita pengemban amanah dakwah yang jiddiyah. Yang tidak saja membuat dakwah bersemi di lingkungan kita, melainkan mampu membangun semangat ikhwah kita yang sedang melemah.**

Muhasabah gado-gado, cuplikan dari file FSLDKN XII & taushiyah seorang mbak. (fa)
* Dari tulisan “Mencari Energi yang Hilang Dalam Dakwah”, taushiyah seorang mbak.
** Kata-kata di majalah Al-Izzah di sebuah edisi.

KotaSantri.com 2002-2022