QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Alamat Akun
http://nadia_aslima.kotasantri.com
Bergabung
4 Mei 2009 pukul 00:01 WIB
Domisili
Padang - Sumatera Barat
Pekerjaan
pendidik dan pengajar
Nama aslinya Widia Febriyeni. Seorang muslimah yang menyukai dunia kata dan ingin menekuninya. Saat ini aktif mengikuti penulisan buku antologi di FB. Tumbuhkan hikmah dengan menulis, petiklah hikmah dengan membaca!
http://nadiaaslima.wordpress.com
nadiaaslima@yahoo.co.id
http://facebook.com/widia.aslima
Tulisan Widia Lainnya
Senja, Lautan, dan Diriku
8 April 2013 pukul 23:00 WIB
Ketika Waktu Berseru
25 Maret 2013 pukul 21:00 WIB
Musuh Yang Jadi Idola (2)
8 Desember 2012 pukul 12:00 WIB
Dari Dunia untuk Palestina
5 Desember 2012 pukul 14:00 WIB
Dengarlah Rasa Ini
21 November 2012 pukul 16:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 19 April 2013 pukul 22:00 WIB

Kebaikanmu untuk Siapakah?

Penulis : Widia Aslima

Dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan seseorang berbuat baik kepada orang lain karena alasan tertentu. Ada yang yang karena mereka temannya, saudaranya, atau keluarganya. Ada juga yang berbuat baik hanya karena ingin membalas kebaikan. Jadi kalau orang tidak berbuat baik kepadanya, tidak ada kebaikan yang harus dilakukan.

Ada kalanya kita temukan seseorang yang mengalami kesulitan, lalu ketika minta bantuan pada orang lain yang mungkin cuma sekedar kenal tapi bukan teman baik, ia tidak mendapatkan pertolongan yang dibutuhkannya. Apalagi kalau tidak minta bantuan dan hanya sekedar mendengar, ia mengeluh pada seseorang.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Isra [17] ayat ke-7, “Jika kamu berbuat baik, (berarti) kebaikan itu untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kerugian kejahatan itu untuk dirimu sendiri."

Jelas dari ayat di atas, kebaikan itu bukan untuk orang lain, tapi kitalah yang memanen hasilnya. Allah tentu sayang kepada hamba yang berbuat baik dan ikhlas karena-Nya, pahala akan mengalir untuk kita. Dampak di dunia, orang juga akan menyayangi kita karena dicap sebagai orang baik, sehingga silaturrahim dan ukhuwah terjalin lebih baik. Ada sebuah kata mutiara yang mencerminkan hal ini, “Berbuat baik kepada orang lain bukan karena mereka baik, tapi karena kitalah yang bersikap demikian.”

Berbuat baik itu luas maknanya. Kecil atau besarnya perbuatan baik yang dilakukan kembali kepada keikhlasan niatnya. Salah satunya dalam sebuah hadits dikatakan, “Senyummu pada saudaramu adalah sedekah.” Termasuk di sini juga berkata baik. Masih ada yang mungkin menganggap siapa yang berani mengasari orang lain ketika ia dirugikan, baik sengaja maupun tidak sengaja, adalah sesuatu yang hebat. Ia merasa dianggap sebagai pemberani. Ada juga yang berkata manis, sopan, dan lembut hanya pada orang tertentu. Wallahu a’lam bishshawab.

Sesungguhnya setiap perbuatan baik atau buruk sekecil apapun akan dibalas Allah SWT. Seperti firman Allah dalam surat Az-Zalzalah [99] ayat 7-8, “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya."

* Zarrah = Sebesar biji bayam.

http://nadiaaslima.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Widia Aslima sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Rahmad Syamsu W | mahasiswa
Heeebbatt.... Sesuai motto dari KSC, "menebar senyum merajut ukhwah", semoga KSC ini bermanfaat bagi kita semua ikhwan dan akhwat yang ingin merajut ukhuwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1006 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels