Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://bayugawtama.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Tangerang - Banten
Pekerjaan
Social Worker
http://twitter.com/bayugawtama
Tulisan Bayu Lainnya
Seseorang dari Masa Lalu
14 Juli 2012 pukul 12:00 WIB
Memelihara Dendam
10 Juli 2012 pukul 15:00 WIB
Mencoba Mengerti
8 Juli 2012 pukul 08:30 WIB
Hingga Detik Terakhir
3 Juli 2012 pukul 09:15 WIB
Niat Saja Tak Cukup, Berbuatlah
27 Juni 2012 pukul 09:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 17 Juli 2012 pukul 10:00 WIB

Peduli Kulit Lupa Isinya

Penulis : Bayu Gawtama

Jika kita dihadapkan pada pertanyaan seperti ini, “Pilih mana yang harus disembuhkan terlebih dahulu, jerawat di wajah atau luka di punggung?” Sebagian orang akan lebih mendahulukan mengobati jerawatnya ketimbang luka menganga di punggungnya meskipun luka itu terasa lebih menyakitkan.

Kadang alasannya sederhana, jerawat di wajah sangat mengganggu penampilan, sedangkan luka di punggung masih bisa disembunyikan di balik pakaian. Ia menjadi lebih penting untuk menyelesaikan urusan yang kecil daripada masalah yang lebih besar.

Ya, jerawat memang urusan kecil, namun karena letaknya di wajah ia terasa lebih bermasalah. Apalah lagi letak jerawat itu tidak jauh dari mata, setiap saat selalu terlihat, terlebih saat bercermin. Belum lagi jika seseorang menyinggungnya dengan kalimat menyindir, “Jerawat betah tuh? Dipelihara ya?”

Padahal luka yang lebih parah terdapat di punggung. Hanya saja karena ia di belakang dan tak langsung terlihat mata, seringkali terabaikan, meskipun ia berpotensi menjadi masalah yang sangat besar. Boleh jadi tak ada seorangpun yang tahu Anda memiliki luka cukup parah di balik pakaian, sebab Anda begitu pandai menyembunyikannya. Bagaimana jika jerawat di wajah belum hilang? Atau justru terus bertambah? Mungkin kita akan sengaja melupakan luka di punggung meski terus membesar.

Kemudian bagaimana pula jika noda, luka, atau masalahnya bukan di tubuh bagian luar? Bukan di tempat yang masih bisa terlihat kasat mata? Luka yang hanya bisa dirasa namun tidak bisa diraba. Noda yang hanya bisa disadari dengan mata hati, yang selalu bertambah setiap kali diri ini melakukan pelanggaran terhadap nilai-nilai kebenaran? Setiap kali berlaku menyimpang saat tak seorang pun melihatnya?

***

Kita akan sering menemukan orang yang nampak tak memiliki masalah, meski sebenarnya ia tengah terlibat banyak masalah. Di sekitar kita akan nampak orang-orang yang begitu bersih penampilan luarnya, namun tak peduli pada kotoran di hatinya. Dan sebaliknya, teramat sering mengacuhkan orang yang tampak luar tak lebih baik, walaupun yang tertanam di dalam dadanya jauh lebih indah.

Sebagian kita cenderung peduli pada penampilan luar yang sebenarnya tak selalu mencerminkan kondisi diri seutuhnya. Kita senang membeli pakaian bagus untuk menutupi tubuh, namun terlupa membenahi bagian dalam tubuh. Kita senang memoles wajah dengan kosmetik, tetapi alpa memoles hati dengan memperbanyak dzikir, lupa mengasah perilaku dengan beragam kebajikan.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Bayu Gawtama sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Ridwan | Mahasiswa
Mari kita jalin silaturahmi dan ukhuwah di KSC ini. Mudah-mudahan kita semua dapat tambahan ilmu dan manfaat. Aamiin.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1342 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels