HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
Alamat Akun
http://nurvhie.kotasantri.com
Bergabung
9 Februari 2011 pukul 10:49 WIB
Domisili
Cengkareng - Jakarta
Pekerjaan
Harvest
http://nurvhie.wordpress.com/
fitri_senja@yahoo.com
Tulisan Nurfitri Lainnya
Yang Mencintaiku dan yang Kucintai
12 Maret 2012 pukul 12:00 WIB
Malaikat Jibril, Kerbau, Kelelawar, dan Cacing
21 Februari 2012 pukul 14:15 WIB
Dilema Hati
6 Februari 2012 pukul 12:12 WIB
Karena Aku Sahabatmu
30 Januari 2012 pukul 15:15 WIB
Maafkan Aku
16 Januari 2012 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 16 Maret 2012 pukul 12:00 WIB

Pernikahan adalah Sekolah

Penulis : Nurfitri Rahmawati

Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang.
Pernikahan adalah tempat di mana kita dan pasangan akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerja sama yang solid.

Jika kita memancing ikan, setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kita mengambil ikan itu. Janganlah sesekali kita melepaskan ia kembali ke dalam air begitu saja, karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kail dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kita memberi banyak pengharapan kepada seseorang. Setelah ia mulai menyayangi, hendaklah kita menjaga hatinya. Janganlah sesekali kita meninggalkannya begitu saja, karena ia akan terluka oleh kenangan bersama dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat.

Saat kita telah memiliki seseorang, terimalah ia apa adanya. Janganlah kita terlalu mengaguminya dan janganlah kita menganggapnya begitu istimewa. Anggaplah ia manusia biasa. Karena, apabila sekali ia melakukan kekhilafan, akan tidak mudah bagi kita untuk menerimanya. Akhirnya kita kecewa dan meninggalkannya. Sedangkan jika kita memaafkannya, boleh jadi hubungan kita akan terus hingga ke akhirnya.

Jika kita telah memiliki sepinggan nasi yang pasti untuk diri kita, mengapa kita tergoda, coba mencari makanan yang lain? Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kita tidak boleh memakannya, kita akan menyesal.

Begitu juga jika kita telah bertemu dengan seseorang. Seseorang yang membawa kebaikan kepada diri kita. Mengapa kita berlengah, mencoba membandingkannya dengan yang lain? Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kita akan kehilangannya. Dan bila dia menjadi milik orang lain, kita juga akan menyesal.

Pernikahan adalah kompromi dari ketidakcocokan, kompromi dari egoisme, dan juga kompromi dari pendapatan.

Beredar di berbagai milis.

http://nurvhie.wordpress.com/

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurfitri Rahmawati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

rainbow | Karyawan Swasta
KSC makin keren sekarang, fitur-fiturnya udah kaya FB aja. ;)
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1090 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels