|
Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
|
|
|
fziah05@ymail.com |
|
http://facebook.com/fauziah humaira |
|
http://twitter.com/sihaizirah |





Jum'at, 2 Maret 2012 pukul 12:00 WIB
Penulis : Fauziah Humaira
Perlu energi untuk bergerak menjadi pribadi yang berprestasi, bukan hanya bermimpi. Pribadi yang bisa mengendalikan diri sendiri yang bersumber pada emosi. “Lebih baik menjadi nomor satu untuk diri sendiri, daripada menjadi nomor dua di balik kesuksesan orang lain.” Inilah gaya hidup manusia zaman sekarang, semua dituntut serba instan. Sampai kesuksesanpun dinilai demikian, mereka hanya berpikir bagaimana cara cepat menjadi orang sukses dengan jalan apapun. Jalan praktis menjadi pilihan banyak orang. Siapa yang tidak mau untung tanpa mengeluarkan modal. Prinsip perekonomian yang handal namun disalahgunakan.
Berbuat jujur memang hal yang sangat sulit, namun apa yang terjadi jika kita tidak bisa jujur dengan diri sendiri. Ini sangat menyedihkan, bagaimana kita mau berbuat untuk orang lain jika untuk diri sendiri masih belum mampu. Bercermin pada diri menghargai kelebihan dan selalu berusaha memperbaiki kekurangan. Menanamkan prinsip dalam diri, kelebihan adalah kekurangan dan kekurangan adalah kelebihan. Dengan demikian tidak akan ada kesombongan dalam diri.
Motivasi sebagai motor penggerak untuk menghidupkan jiwa yang kering dengan segala permasalahan dan tantangan kehidupan yang dihadapi dalam melewati hari-hari. Tidak ada manusia yang hidupnya selalu mulus saja. Selalu ada yang menghalangi menjadi bumbu agar kehidupan ini menjadi lebih bermakna. Laayukallifullahu nafsan illawus’aha laha maakasabat wa’alaiha maktasabat, setiap beban yang akan dipikul manusia di muka bumi, Allah telah terlebih dahulu memperhitungkannya. Jadi, tidak akan ada manusia di muka bumi ini kelebihan beban dalam hidupnya. Semua telah diukur berapa kadar kesanggupannya, karena Allah Maha Mengetahui.
Tetap semangat menggali potensi diri agar menjadi manusia yang berprestasi dan tidak mudah puas dengan apa yang telah diraih. Tetap berbuat baik untuk menebar manfaat kepada semua yang ada di sekitar kita. Agar hidup jadi lebih berarti, kebaikan akan ditinggal sampai mati.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Fauziah Humaira sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.