HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
Alamat Akun
http://nafiadina.kotasantri.com
Bergabung
30 September 2010 pukul 03:38 WIB
Domisili
Jakarta Pusat - DKI Jakarta
Pekerjaan
Sahaya Alloh
Seorang muslimah yang mencintai Allah Azza wa Jalla sebagai Tuhannya,Rasulullah sebagai suri tauladannya,ayah-bunda sebagai permata jiwanya,saudara-saudari sebagai mutiara hatinya,sahabat-sahabat sebagai pelangi kehidupannya,dan saudara/saudari di jalan ALLOH sebagai kekuatan dakwah dijalanNYA..
http://nafiadina.multiply.com
fitrianinaa@yahoo.co.id
http://facebook.com/nafiadina
Tulisan Nina Lainnya
Catatan Jiwa untuk CINTA-NYA
4 Mei 2011 pukul 13:45 WIB
Istimewa di Mata-Nya
21 April 2011 pukul 09:40 WIB
Setia pada Satu Nama
26 Desember 2010 pukul 17:50 WIB
Karena CINTA Lahirkan TAQWA
7 Desember 2010 pukul 18:00 WIB
Di Atas Menara Cahaya, Menjemput Cinta
23 November 2010 pukul 04:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 10 Mei 2011 pukul 10:00 WIB

Tanya Kenapa, Duhai Jiwa?

Penulis : nina fitria

Saat lantunan ayat suci-Nya tak mampu menggetar kuat bilik jiwa, kala gema Asma-Nya tak pula meneduhtenteramkan sukma, tanya kenapa, duhai jiwa?

Kala nasihat nan lembut tergulir dari lisan-lisan penuh hikmah kebaikan, mengingatkan akan keagungan-Nya, berlalu hambar tanpa makna, tanya kenapa, duhai jiwa?

Saat sujud-sujud semakin singkat, terganti lelap panjang, dan hati tak rasa rindu mengiba di hamparan sajadah, tanya kenapa, duhai jiwa?

Saat airmata keinsyafan berganti gurau dan gelak tawa yang gersangkan iman hingga menjadi penghabis waktu keseharian, tanya kenapa, duhai jiwa?

Saat hati tak lagi mudah terenyuh haru, memandang begitu banyak di selasar kehidupan, jiwa yang lunglai, membutuhkan hangat uluran tangan, dan mudah saja berlalu tanpa hirau, tanya kenapa, duhai jiwa?

Bukankah, jiwa adalah wadah untuk mengingat-Nya?
Karena jiwa tunduk taat adalah fitrah-Nya?
Karena jiwa berdo'a dan berserah adalah kerinduan-Nya?
Karena tak kan tenteram selain mengingat-Nya?
Karena Tak pula selamat tanpa menghiraukan hak-Nya?

Bukankah karena, kini dunia mulai ambil bagian menjajah iman?

Bukankah karena dunia perlahan terletak di hati, tak lagi tergenggam tangan?

Bukankah karena, jiwa terlupa bahwa dunia hanya senda gurau dan permainan tanpa taat sebagai kesibukannya?

Bukankah karena, terbuta akan kepastian yang mahanyata, bahwa yang terdekat adalah kematian? Dan sehelai kafan menanti membungkus tiap raga dan kan tertimbun tanpa kawan selain amal kebaikan?

Bukankah karena, kita tak sepenuhnya menjalani peran sebagai hamba Allah, namun menjajak beralih menjadi hamba hawa nafsu?

Jagalah (hak) Allah, maka Allah akan menjagamu.

Ingatlah Allah selalu di dalam dirimu, maka Allah akan selalu mengingatmu.

Seindah dunia, kala kita mampu menjadikannya kendaraan menuju syurga-Nya.

Dunia, sebagai kendaraan terbaik menuju-Nya.

http://nafiadina.multiply.com

Suka
Fasihul Al Rasyid dan yantie menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan nina fitria sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Ida Jubaidah | Guru
Terima kasih sudah diundang untuk memasuki KotaSantri.com. Blom apa-apa juga, perasaan mah udah betah.
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0869 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels