Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://junaedogawa.kotasantri.com
Bergabung
8 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya, Madiun, Mamuju - Jawa Timur
Pekerjaan
pembantu
http://junaedogawa.blogspot.com
meklis@yahoo.com
yustio004@yahoo.com
yustio004@yahoo.com
Tulisan Junaedogawa Lainnya
Yusuf dan Saudara-saudaranya
31 Agustus 2010 pukul 20:55 WIB
Cincin Permata dan Cincin Timah
22 September 2009 pukul 20:10 WIB
Cita-Cita adalah Amanah
10 Juni 2009 pukul 17:13 WIB
Mimpi dan Bayangan
14 April 2009 pukul 17:16 WIB
Jadikan Kita sebagai Muslim, Mukmin, dan Muttaqin
23 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 14 Desember 2010 pukul 18:22 WIB

Iman dan Takwa dikalikan dengan Allah

Penulis : Junaedogawa

Sebuah rumus matematika menarik untuk kita ketahui bersama bahwa setiap angka yang dikalikan dengan angka nol, maka hasilnya tetap nol, atau berapapun angka apabila dikalikan dengan nol, maka hasilnya tetaplah nol.

Rumus matematika tersebut ternyata sangatlah tepat bila kita bawa ke dalam konteks kehidupan kita. Hal ini dikarenakan oleh naluri kita sebagai manusia adalah sangat perhitungan. Segala sesuatu hasilnya selalu kita nilai dari angka satu ke angka dua. Begitu seterusnya.

Coba sejenak kita perhatikan fenomena yang terjadi dalam kehidupan manusia. Tak jarang kita temukan ada seseorang yang mengatakan bahwa permasalahan yang dihadapinya sangat berat dan tidak sesuai dengan kesanggupannya. Mereka menganggap bahwa beban yang diberikan Tuhan kepadanya melebihi kesanggupannya. Sehingga tidak sedikit dari orang-orang yang berpendapat demikian mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri, karena tak ada lagi jalan keluar yang dilihat dan hanya jurang saja yang terlihat di hadapannya.

Kalau anggapan kita demikian, maka Tuhan itu dzalim kepada manusia. Tuhan itu aniaya. Apakah begitu? Tentu tidak. Tuhan telah berfirman dalam sebuah hadits qudsi, "Inni harramtu zhulma ‘ala nafsi, waharramtu ‘alaikum azhzhulma’ (sesungguhnya Aku telah mengharamkan kedzaliman atas diriKu dan Aku haramkan pula kedzaliman atas kalian)." Di dalam Al-Qur’an Allah mempertegas bahwa "Laa yukallifullahu nafsan illah wus’aha (tidaklah Allah itu memberikan beban kepada hambaNya kecuali telah sesuai dengan kesanggupannya)."

Maka, berdasarkan penjelasan Allah SWT tersebut, ungkapan tentang beban hidup yang dihadapi manusia melebihi batas kemampuannya adalah keliru. Lalu kenapa masih ada yang berpendapat demikian? Jawabannya sesuai dengan rumus tadi. Karena kekuatan/modal hidupnya dikalikan dengan angka ‘nol’, yaitu kepercayaan dan keyakinan kepada selain Allah SWT.

Setiap manusia memiliki modal yang sama, yakni ‘iman dan taqwa’. Hanya saja kepada siapa ia beriman dan bertaqwa inilah yang membedakan hasilnya. Jika iman dan taqwanya dikalikan dengan Allah SWT atau disandarkan kepada Allah semata, maka hasilnya akan luar biasa dahsyatnya. Sebaliknya, jika iman dan taqwa seseorang dikalikan dengan selain Allah, maka hasilnya tetap nol. Ingat rumus kehidupan dari Allah SWT ‘laa haula walaa quwwata illa billah’ (tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya kekuatan dari Allah SWT), atau iman dan taqwa tidak akan ada nilainya jika dikalikan selain kepada Allah SWT. Sehingga, dengan demikian tidak ada lagi kata, "Hidup sangat berat dan tak bisa saya hadapi karena melebihi kesanggupanku," tetapi, "Hidup ini begitu mudah karena kekuatan Allah selalu mendampingiku."

Jika iman dan taqwa kita hanya dikalikan dan disandarkan kepada Allah, maka tanamkan dalam hati "laa haula walaa quwwata illa billah", setelah itu perhatikanlah apa yang akan terjadi dalam hidup kita.

http://junaedogawa.blogspot.com

Suka
shalikan mohammad dan nurdin sholihin menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Junaedogawa sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Nurudin | Swasta
Sekilas KSC memiliki apa yang dimiliki facebook yang membuat banyak orang 'kecanduan'. Tapi bila dicermati, facebook tidak memiliki apa yang dimiliki KSC. Maaf facebook, tak lama lagi aku akan meninggalkanmu, aku mendapatkan apa yang tak aku dapatkan darimu.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0580 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels