Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://nafiadina.kotasantri.com
Bergabung
30 September 2010 pukul 03:38 WIB
Domisili
Jakarta Pusat - DKI Jakarta
Pekerjaan
Sahaya Alloh
Seorang muslimah yang mencintai Allah Azza wa Jalla sebagai Tuhannya,Rasulullah sebagai suri tauladannya,ayah-bunda sebagai permata jiwanya,saudara-saudari sebagai mutiara hatinya,sahabat-sahabat sebagai pelangi kehidupannya,dan saudara/saudari di jalan ALLOH sebagai kekuatan dakwah dijalanNYA..
http://nafiadina.multiply.com
fitrianinaa@yahoo.co.id
http://facebook.com/nafiadina
Tulisan Nina Lainnya
Di Atas Menara Cahaya, Menjemput Cinta
23 November 2010 pukul 04:30 WIB
La Tahzan, Duhai Jiwa
16 November 2010 pukul 17:45 WIB
Syukur dan Malu Jiwaku
28 Oktober 2010 pukul 18:40 WIB
Katakanlah : Cukup Bagiku Allah
26 Oktober 2010 pukul 18:55 WIB
Bahagiaku di Wajah Peri-Peri Kecil
17 Oktober 2010 pukul 15:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 7 Desember 2010 pukul 18:00 WIB

Karena CINTA Lahirkan TAQWA

Penulis : nina fitria

Banyak definisi yang melodikan cinta, semua menyeruak ke muka, lantang berbicara cinta, lalu sebenarnya apa itu CINTA?

Mari kita sejenak berlayar dan tengok syiar cinta, dalam barisan kata tentang cinta dari sesosok yang "muliakan CINTA" berikut.

Imam Ibnu Qayyim mengatakan, "Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri. Membatasi makna cinta, justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka definisi dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri."

Ini tentang kedalaman cinta yang tak terukur kata-kata, namun seringkali jiwa tergesa-gesa menjerumuskannya dalam manifestasi perbuatan yang menodai cinta. Kita bukan sedang bicara kedangkalan cinta. Ini tentang dalamnya cinta, saudaraku.

Jika kau labuhkan cinta pada manusia, dan kau akui itu cinta, tetapi kau lebih banyak ungkap cinta padanya dibanding TUHAN-nya, dan kau lebih takutkan kehilangan dia daripada kaila kau kehilangan CINTA TUHAN-nya, maka itu sepenggalan saja. Itu BERHALA Cinta.

Akan meranggas, meski musim gugur belumlah menyapa. Bagaimana mungkin tegak berdiri, jika tanaman itu liar tak berakar.

Fenomena dangkalnya cinta, menjalari seantero akhir zaman, segenap nafsu dihumbar, dilabelkan CINTA. Mudah tertangkap mata kala melihat sekeliling kita, para Muslimah, yang tak segan menjaja auratnya, atau yang menyaksikan keintiman dengan bergenggam, bergandeng tangan dengan bukan mahram, atau bersisian amat dekat, mempertontonkan auratnya pada pandangan-pandangan yang penuh fitnah, pandangan yang nista penuh syahwat. Relakah kau dedahkan "harta" tak ternilaimu dengan sedemikian murahnya, saudariku? Apa yang akan kau sisakan kelak untuk pasangan halalmu? Sisa-sisa kah? Na'udzubillahi min dzalik. Seringkali semua itu dilakukan dengan alasan karena CINTA, untuk terlihat cantik di mata yang dimabuk cinta. Balutlah dirimu dengan hijab, dengan pakaian taqwa, lalu jagalah jarakmu dengan yang bukan mahrammu. Itu jalan cinta wanita muslimah. Jalan menemukan cinta yang suci.

Manusia sesumbar katakan cinta, padahal tak lebih dari kemasan "syahwat" yang dibentuk sedemikian rupa, agar terlihat "menawan", dan mempesona jiwa. Iman tergadai tipuan atas nama CINTA, karena tak pahami kedalaman makna CINTA, tak kaitkan cinta pada pemilknya SANG MAHACINTA. Itu cinta yang tak teralamatkan, itu cinta yang salah jalan, seakan manis, namun meracun sukma.

Mari kita bicara sebenar CINTA, CINTA yang tak pernah menyakiti, cinta yang tak pernah tak terbalaskan, cinta yang penuh rindu, cinta yang membuncah segenap rasa tunduk dan taat pada yang DICINTA. Ini tentang kedalaman cinta, yang terisi dengan kandungan nutrisi ISLAM, IMAN, IHSAN yang membangun istana Cinta dengan semerbak kalimat TAUHID yang mengakar JIWA. Jikalau cinta ini berlabuh pada sesosok insan, itu karena berlandas cinta pada Sang Mahacinta, cinta yang penuh tasbih, tahmid, takbir di relung hati. Cinta yang di-RIDHAI Maha pemilik CINTA.

"Jika hati hamba telah terpaut kepada Allah, maka ia mencintai segala yang mendekatkan diri kepadaNya serta semakin menambah kedekatan. Ia selamanya lebih mencintai Allah. Tiada cinta yang menyamai cinta tersebut. Ia hanya mencintai Allah dan mencintai karena-Nya." (Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah).

Subhanallah wa bihamdi.

Perkenankan kami mereguk sebenar CINTA, ya Rabbi, sentuhkanlah jiwa kami dengan CINTA-MU. CINTA yang selamat dan lahir dari jiwa yang selamat (Qalbun Saliim), Cinta yang KAU naungi, kelak di hari yang tak ada naungan selain naungan-MU.

”Pada hari kiamat Allah berfirman : Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku ini, aku menaungi mereka dengan naungan-Ku.” (HR. Muslim).

Kita bicara cinta yang MANIS, cinta yang membuahkan manis-nya IMAN.

"Barangsiapa yang ingin meraih manisnya iman, hendaklah dia mencintai seseorang yang mana dia tidak mencintainya kecuali karena Allah." (HR. Ahmad).

Kini waktunya kita tak sekedar bicara cinta, ini waktu kita buktikan CINTA, dengan berlandas ilmu dan berbekal amal, untuk sebuah CINTA yang lahirkan TAQWA, karena mungkin saja waktu kita tak sampai esok kala mentari terbit namun jiwa tak lagi menyatu raga.

Wallahu ta'ala alam, wallahu musta'an.

http://nafiadina.multiply.com

Suka
nurdin sholihin, bambang, Nurliyanti, dan yantie menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan nina fitria sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

al falamiy | pengajar
syukran for KSC, banyak ilmu yang dapat diambil dari KSC. teman KSC dari boyolali ada gak ya?
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0845 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels