HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
Alamat Akun
http://nafiadina.kotasantri.com
Bergabung
30 September 2010 pukul 03:38 WIB
Domisili
Jakarta Pusat - DKI Jakarta
Pekerjaan
Sahaya Alloh
Seorang muslimah yang mencintai Allah Azza wa Jalla sebagai Tuhannya,Rasulullah sebagai suri tauladannya,ayah-bunda sebagai permata jiwanya,saudara-saudari sebagai mutiara hatinya,sahabat-sahabat sebagai pelangi kehidupannya,dan saudara/saudari di jalan ALLOH sebagai kekuatan dakwah dijalanNYA..
http://nafiadina.multiply.com
fitrianinaa@yahoo.co.id
http://facebook.com/nafiadina
Tulisan Nina Lainnya
Syukur dan Malu Jiwaku
28 Oktober 2010 pukul 18:40 WIB
Katakanlah : Cukup Bagiku Allah
26 Oktober 2010 pukul 18:55 WIB
Bahagiaku di Wajah Peri-Peri Kecil
17 Oktober 2010 pukul 15:45 WIB
Mercusuar Ukhuwah, Tinggi Menggapai Syurga
12 Oktober 2010 pukul 18:00 WIB
Sebingkis Cinta untuk Sahabat di Jalan Allah
6 Oktober 2010 pukul 20:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 16 November 2010 pukul 17:45 WIB

La Tahzan, Duhai Jiwa

Penulis : nina fitria

Kehidupan layaknya roda, yang senantiasa berputar, kadang kita berada di atas, namun dapat sekejap merasakan berada dalam posisi terbawah. Sesaat kita merasakan bahagia dan senang hati, namun sejeda kemudian dapat merasakan pilu hati yang tak terperi.

Inilah hakikat kehidupan, yang bukan untuk apapun kita menjalaninya, kecuali kehidupan yang berkah dari dan untuk sang MAHAHIDUP.

Mungkin kita pernah merasakan untuk yang kesekian kalinya fenomena ujian kasih sayang-NYA, dan untuk kesekian kalinya, Allah tidak membiarkan diri kita lama terpuruk di dalam kesedihan dan kegamangan. Subhanallah, Mahasuci Engkau ya Allah, dengan segala Mulia Kalam-NYA.

"... karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah : 5-6).

Mengalir begitu saja bulir-bulir kaca membasah kedua belah pipi, tiap kali hati menyitir firman-NYA, sebagai penghiburan jiwa yang kelam mendera. Betapa dalam kasih sayang-NYA pada Hamba-hamba-NYA, bahkan Ia menjaminkan jalan keluar di setiap kesulitan, ya, bersama kesulitan ada KEMUDAHAN. Hanya saja, kitalah yang seringkali tidak bersabar menetapi yakin atas janji-NYA. Astaghfirullahal adzim.

Kita tetapkan hati ini, untuk menjadi jiwa yang tidak mudah mengeluh, karena hati menyadari, tak ada yang pantas dikeluhkesahkan, karena segala sesuatu yang datang dari-NYA adalah kebaikan untuk kita,
karena tak ada nikmat-NYA yang pantas didustakan, sedikit pun, tak ada.

"... Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman : 13).

Hati ini yang seringkali tak bersyukur. Mohon ampunlah pada Allah SWT, "Ampuni kami, ya Allah. Jadikan hamba sebagai sahaya yang amat pandai bersyukur pada-MU, ya Allah, hingga kehidupan ini penuh tahmid hamba pada-MU, sehingga kehidupan ini selalu menjadi karunia terindah dari-MU, menjadikan hamba pribadi mukmin yang menakjubkan, yang pandai bersyukur kala ENGKAU karuniakan nikmat meski sekecil apapun, dan kuat bersabar meski dalam ujian seberat apapun, dan itupun menjadi kebaikan yang berlimpah bagi hamba.
Allahumma amin."

"Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim).

Semakin deras rinai hati membasahi, betapa tak mampu hati ini jika harus terus memenuhi relung hati dalam keluh kesah, betapa kita rindu menjadi pribadi menakjubkan yang mendapati pujian INDAH manusia terindah dan mulia sepanjang zaman, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam.

"... Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir..." (QS. Al-Baqarah : 286).

Airmata pun terus mengalir, airmata malu pada-NYA, airmata rindu pada-NYA, airmata pengharapan pada-NYA, pengharapan tertinggi, bahwa hidup dan mati kita dalam ridha-NYA, hingga mati kita kelak menjadi gerbang kemuliaan dari-NYA.

"Sungguh, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Rad : 28).

Sibukkan hati ini selalu dengan menghayati kasih sayang berlimpah-NYA, saat roda kehidupan kita dari-NYA berada di bawah putaran kesedihan dan ujian.

"Seorang hamba justru bisa menjadi sangat sibuk merasakan kasih sayang-Nya, saat ia menghadapi penderitaan yang berat. Dia berpikir seperti itu karena yakin bahwa itu adalah pilihan terbaik yang ditetapkan Allah kepadanya." (Ibnul Qayyim).

La tahzan, duhai qalbi, duhai jiwa yang rindu rahmat Rabbul Izzati,
bersemangatlah engkau, bercahayalah engkau untuk menjemput Rahmat Tuhan-MU.

Yakin dan ingatlah selalu janji-NYA.

"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS. Al-Baqarah : 214).

Wallahu a'lam bishshawwab, wallahul musta'an.

http://nafiadina.multiply.com

Suka
Akhmad Muhaimin Azzet, bambang, dan Nia Ummu Alif menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan nina fitria sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Arry Rahmawan | Penulis dan Trainer
Subhanallah, akhirnya KotaSantri.com semakin berkembang. Artikelnya bagus dan dapat menambah wawasan kita semua. Maju terus KotaSantri.com... ^^
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0759 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels