|
QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
|





Selasa, 10 Agustus 2010 pukul 18:55 WIB
Penulis : Pretty Kurnia
Berterima kasih dan bersyukur adalah dua kata yang digunakan mengapresiasikan sebuah nikmat dan kebaikan. Yang pertama adalah ungkapan kita kepada orang-orang yang menjadi jalan nikmat itu sampai kepada kita dan yang kedua lebih sering kita pakai untuk Allah, Dzat yang menjadi sumber segala kenikmatan dan kebaikan.
Berterima kasih, dalam hal ini ucapan itu sendiri, sebenarnya adalah jawaban dan balasan minimal dari sebuah kebaikan. Orang-orang tulus tidak akan pernah gila terima kasih, ia tidak akan pernah terganggu oleh itu. Maka kita yang menikmati ketulusan itu yang memerlukan terima kasih, sebagai pembebasan akan tanggung jawab, serta pembalasan minimal yang patut. Landasannya adalah kita memahami peran orang lain, jasa orang lain, kontribusi orang lain karena dalam setiap transaksi sosial, selalu ada keringat orang lain.
Begitulah….. Terima kasih menjalankan fungsinya, sederhana dilahirnya, tapi luar biasa pada filosofi dan prinsip mendasarnya. Ucapan ini seringkali mempunyai efek yang luar biasa pada orang yang menerimanya. Terima kasih menorehkan semangat keberartian pada diri orang-orang yang telah berkarya, memberi, berbagi dan juga menyediakan bagian-bagian tertentu dari hidupnya untuk orang lain.
Segala karunia datangnya dari Allah, tetapi orang-orang yang menjadi perantara itu, layak mendapat ucapan terima kasih dan itu merupakan hak yang harus ditunaikan. Itu merupakan bentuk penggandaan manfaat. Artinya, kebaikan yang diberikan orang lain adalah manfaat, sedangkan ucapan terima kasih kita kepadanya adalah juga manfaat, bagi diri kita dan dirinya. Penggandaan ini selaras dengan konsep bersyukur: siapa yang bersyukur niscaya akan ditambah lagi nikmatnya oleh Allah.
Barangsiapa yang tidak mensyukuri yang sedikit tidak akan mensyukuri yang banyak. Barangsiapa yang tidak berterma kasih kepada manusia maka ia tidak akan bersyukur kepada Allah, mengungkapkannya rasa terima kasih atas nikmat Allah adalah bentuk kesyukuran dan meninggalkannya adalah kekufuran (HR. Ahmad).
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Pretty Kurnia sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.