|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|





Jum'at, 16 Juli 2010 pukul 18:20 WIB
Penulis : Nafilah Nur Azizah
Manusia adalah hamba. Keberadaan manusia di muka bumi sebagai Khalifah. Sehingga setiap manusia adalah seorang pemimpin. Pemimpin bagi dirinya sendiri.
Dalam kehidupan sehari-harinya, manusia yang "perencana" mempunyai rencana-rencana untuk mengisi kehidupannya. Rencana itu perlu adanya. Kerana dengan rencana hidup manusia akan lebih terencana. Dengan sebuah rencana, manusia akan lebih optimis dalam melakukan sesuatu. Rencana yang matang dapat memberikan hasil yang baik. Tapi.... ketika rencana itu tidak dapat dilaksanakan, maka janganlah berlarut-larut dalam kesedihan yang dalam. Karena manusia hanya bisa merencanakan dan Allohlah yang menentukan. So, sertailah rencana-rencana itu dengan bertawakal kepada Sang Penentu. Karena hanya kepada_Nyalah tempat kembali.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nafilah Nur Azizah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.