|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|
|
|
http://dik2.multiply.com |
|
andhika.ramdhan |
|
|
ramadhan_adhi |
|
andhika.ramdhan@gmail.com |
|
andhika.ramdhan@gmail.com |
|
http://twitter.com/AndhikaRamdhan |





Selasa, 22 Juni 2010 pukul 18:44 WIB
Penulis : Dikdik Andhika Ramdhan
Alhamdulillah, berbahagialah seandainya kita bisa menjadi jalan rizki bagi orang lain. Disaat kita ada, dan Allah mengkaruniakan kasih sayang-Nya dengan mempercayakan rizki itu sampai di tangan kita, maka bukanlah tidak mungkin bahwa itu semua bukan hanya untuk kita, namun ada sebagian yang Allah titipkan melalui kita untuk disampaikan pada mereka yang berhak menerima.
Andainya kita sadari akan semua itu, Insya Allah tidak akan ada rasa takut dalam menjalani kehidupan ini, takut kita akan terlantar karena apa yang kita peroleh justru kita berikan kepada orang lain, ataupun takut bahwa Allah tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Bukankah Ia telah berfirman, "Sungguh andaikata kau sekalian mau mensyukuri nikmat-Ku, pastilah aku (Allah) akan menambah nikmat-Ku atas kalian, tetapi sebaliknya jika kamu mengkufurinya, sesungguhnya siksa-Ku sangat pedih."
Maka semestinya tiada keraguan lagi ketika kita berbuat demikian, menyampaikan atas apa yang menjadi hak mereka, yang Allah titipkan melalui tangan kita.
Semoga ini semua menjadi satu bentuk rasa syukur kita atas berbagai nikmat yang telah Allah limpahkan. Dan yakinlah, bahwa Ia Maha Segalanya, tiada sulit bagi Ia memberikan atau menambah gantinya dengan yang lebih baik.
Insya Allah.
Semoga kita tergolong hamba-hamba-Nya yang bersyukur. Aamiin...
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Dikdik Andhika Ramdhan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.