|
HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
|





Selasa, 1 Juni 2010 pukul 18:22 WIB
Penulis : Nafilah Nur Azizah
Dunia ini bagaikan sebuah lautan. Maka jadikanlah takwa sebagai sampaimu untuk menyebrangi luasnya arus badai kehidupan. Bagaimana pun, hidup di dunia hanya sekali saja. Janganlah berputus asa ketika masalah itu ada, karena masalah itu ada karena kita hidup. Menyelamlah, berenanglah dengan sesuka hatimu.
Keimanan dan ketakwaan jadikan sebuah kompas kehidupan. Dengan keimanan, kita akan mengetahui dengan jelas jalur-jalur kehidupan di mana pun dan kapan pun kita berada. Ketakwaan akan mengantarkan kita kepada kemuliaan, kemuliaan yang sesungguhnya.
Hidupkan darah perdamaian, di antara seluruh insan dalam setiap tetes-tetes keringat kepribadian. Bagaimana pun perdamaian akan tetap dinanti oleh setiap insan. Karena perdamaiain itu sangat bermakna bagi kehidupan. Jadilah insan-insan yang cinta damai dan benci akan permusuhan, peperangan. Karena banyak yang cinta damai, tapi kenapa peperangan masih terjadi di mana-mana? Padahal Islam adalah agama yang mencintai perdamaian. Bahkan Islam adalah agama Rahmatan Lil 'alamin. Dengan Islam, hidup akan lebih terarah.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nafilah Nur Azizah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.