HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
Alamat Akun
http://desmeli.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - DKI Jakarta
Pekerjaan
Karyawati
Tulisan Desmeli Lainnya
Cinta oh Cinta
24 Mei 2010 pukul 17:33 WIB
Tak Selamanya Begitu
10 Mei 2010 pukul 19:21 WIB
Tidak Demikian
7 September 2009 pukul 18:56 WIB
Insinyur Kata
12 Agustus 2009 pukul 19:02 WIB
Atas Nama Cinta
1 Juli 2009 pukul 19:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 28 Mei 2010 pukul 17:00 WIB

Adakah yang Lebih Tajam dari Sebilah Pedang?!

Penulis : Desmeli

Seorang prajurit yang lengan, kaki, atau anggota tubuh lainnya terkena sayatan pedang lawannya di medan perang, seketika itu juga ia akan merasakan sakit yang luar biasa, ia merintih, bahkan sampai tak sadarkan diri akibat daging pembungkus tulang itu telah terkoyak mengeluarkan darah segar, tetapi tatkala ia telah mendapatkan perawatan intensif pada lukanya maka dalam waktu hitungan bulan lukanya telah sirna berbarengan dengan rasa sakit yang ia rasa, daging yang terkoyak telah menyatu kembali meskipun meninggalkan bekas pada kulitnya.

Namun adakah yang lebih tajam dari sebilah pedang?!yang mampu membuat seseorang terluka sepajang masanya, yang mampu “mematikan” seseorang meskipun raganya masih bernyawa, yang mampu membuat seseorang teramat tak berdaya?ya! Dialah Lidah tak bertulang.

Meskipun luka yang diakibatkannya tidak mengucurkan darah segar, meskipun daging pembungkus tulang tak mampu terkoyakkan, meskipun tak meninggalkan bekas yang tampak oleh mata namun ia mampu melesak jauh menghujam hati teramat dalam, kata-kata kasar, kotor yang tercipta oleh lidah mampu membuat seseorang terhempas kelembah yang paling hina dan nista, lukanya tak mampu terobati meskipun dengan waktu seribu tahun, lukanya teramat dalam, sakitnya luar biasa hingga selalu terngiang-ngiang di telinga dan menjadi mimpi buruk bagi yang ditujukannya.

Api dendam dan kebencian telah tersulutkan, kobarannya mampu membakar siapa saja, ia mampu menjadi seorang pembunuh, ia mampu menjadi seorang pemitnah, menghalalkan segala cara demi terlampiaskan dendamnya.Adapun orang yang mampu memaafkan, tetapi tidak begitu saja ia mampu mengusir rasa sakit itu dari hatinya, ketika ada suatu kejadian yang mengingatkan ia kepada seseorang yang telah menyakiti hatinya tersebut, mungkin ia terpaksa membuka lembaran slide hidupnya yang telah sengaja ia lupakan, ternyata luka itu masih disana, masih menganga, tak sepenuhnya sembuh.
Maka hendaknyalah kita menjaga kata-kata sebelum mengucapkannya karena kata-kata yang telah keluar tidak pula kuat seluruh isi bumi bersatu untuk menariknya kembali.
Rosulullah bersabda : ”Hati-hatilah kamu dengan ini, kemudian beliau menunjukkan lidahnya“ Mu’adz kemudian bertanya :”apakah kami akan disiksa terhadap apa yang kami katakana ya Rosulullah” Rosulullah menjawab :”Ibumu kehilanganmu wahai Mu’adz.Manusia dilemparkan ke neraka adalah karena akibat lidah mereka”

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Desmeli sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Andree | Karyawan
Walaupun saya baru di KotaSantri.com, tapi saya sangat puas, karena penuh dengan ilmu agama, dan penggunaannya pun sederhana gak seperti yang lain, yang penuh dengan instruksi bahasa orang kafir, kasihan kan yang ingin ikut silaturrahmi tapi gak ngerti bahasanya seperti saya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1463 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels