
Pelangi » Percik | Jum'at, 8 Januari 2010 pukul 18:11 WIB
Penulis : Eka Naningsih
Wahai saudaraku yang merindukan keindahan abadi, pengembara di jalan idaman sejati, semoga Allah menunjukkanmu untuk mengetahui jalan yang benar, menuntun kita ke dalam jalan yang lurus, jalan menuju ridhaNya, dengan melakukan hal-hal yang diridhaiNya. Hanya milikNya-lah awal dan akhir, Dia yang dahulu tanpa awal (qidam) dan akhir tanpa ujung (baqa').
Saudaraku, kita tidak boleh menisbahkan kemurnian zatNya sebagaimana dalam firmanNya, "Jika di sana, di langit dan di bumi ada Tuhan-tuhan selain Allah, akan terjadi kekacauan pada keduanya." (QS. Al-Anbiya [21] : 22).
Kehendak-kehendak banyak pencipta pasti akan saling berbenturan dan saling membatalkan satu sama lain. Dia yang satu yang tunggal yang mengadakan, maka Dia tidak memiliki sekutu sama sekali.
Wahai saudaraku yang berakhlak indah dan berhati murni, tidak ada gunanya berusaha meyakinkan mereka yang tidak percaya akan eksistensi Allah. Bahkan orang-orang yang menolak akhirnya akan mengakui, "Dan jika kau tanya mereka siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi, mereka akan berkata dengan yakin, 'Allah'." (QS. Luqman [31] : 25).
Saudaraku, mereka juga akhirnya akan mengakui sebuah kekuatan yang tidak diketahui sebagai tanda pencipta makhluk. Engkau tidak harus membuktikan keberadaan Allah kepada mereka. Biar mereka membuktikannya sendiri, jika mereka bisa, keberadaan sekutu-sekutuNya itu.
Cukuplah saran ini untukmu tentang keesaan Allah. Waktu sangat bernilai, engkau tidak boleh meremehkannya. Jika pikiran telah mencapai suatu keadaan yang di dalamnya ia bebas dari keraguan serta mencapai hati yang mantap dan pasti, ia tidak mungkin lagi mengacaukan kedamaian ini dengan bukti-bukti yang tak berguna.
"Allah bereksistensi dengan sendirinya. EksistensiNya tidak bergantung kepada selain diriNya sendiri dan Dia Mahatinggi dari segala eksistensi yang lain. Dia-lah yang memberikan apa yang diperlukan bagi eksistensi segala sesuatu. Dia telah menciptakan sebab-sebab bagi eksistensi segala sesuatu hingga waktunya telah ditentukan. Semuanya bereksistensi karena Dia." (Ibnu Arabi).
KotaSantri.com © 2002-2012