Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://nonnie.kotasantri.com
Bergabung
3 Maret 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Tegal - Jawa Tengah
Pekerjaan
Karyawati
Tulisan Eka Lainnya
Birul Walidain sebagai Perwujudan Syukur
30 Desember 2009 pukul 18:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 8 Januari 2010 pukul 18:11 WIB

Masihkah Kau Ragu Akan Eksistensi Allah?

Penulis : Eka Naningsih

Wahai saudaraku yang merindukan keindahan abadi, pengembara di jalan idaman sejati, semoga Allah menunjukkanmu untuk mengetahui jalan yang benar, menuntun kita ke dalam jalan yang lurus, jalan menuju ridhaNya, dengan melakukan hal-hal yang diridhaiNya. Hanya milikNya-lah awal dan akhir, Dia yang dahulu tanpa awal (qidam) dan akhir tanpa ujung (baqa').

Saudaraku, kita tidak boleh menisbahkan kemurnian zatNya sebagaimana dalam firmanNya, "Jika di sana, di langit dan di bumi ada Tuhan-tuhan selain Allah, akan terjadi kekacauan pada keduanya." (QS. Al-Anbiya [21] : 22).

Kehendak-kehendak banyak pencipta pasti akan saling berbenturan dan saling membatalkan satu sama lain. Dia yang satu yang tunggal yang mengadakan, maka Dia tidak memiliki sekutu sama sekali.

Wahai saudaraku yang berakhlak indah dan berhati murni, tidak ada gunanya berusaha meyakinkan mereka yang tidak percaya akan eksistensi Allah. Bahkan orang-orang yang menolak akhirnya akan mengakui, "Dan jika kau tanya mereka siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi, mereka akan berkata dengan yakin, 'Allah'." (QS. Luqman [31] : 25).

Saudaraku, mereka juga akhirnya akan mengakui sebuah kekuatan yang tidak diketahui sebagai tanda pencipta makhluk. Engkau tidak harus membuktikan keberadaan Allah kepada mereka. Biar mereka membuktikannya sendiri, jika mereka bisa, keberadaan sekutu-sekutuNya itu.

Cukuplah saran ini untukmu tentang keesaan Allah. Waktu sangat bernilai, engkau tidak boleh meremehkannya. Jika pikiran telah mencapai suatu keadaan yang di dalamnya ia bebas dari keraguan serta mencapai hati yang mantap dan pasti, ia tidak mungkin lagi mengacaukan kedamaian ini dengan bukti-bukti yang tak berguna.

"Allah bereksistensi dengan sendirinya. EksistensiNya tidak bergantung kepada selain diriNya sendiri dan Dia Mahatinggi dari segala eksistensi yang lain. Dia-lah yang memberikan apa yang diperlukan bagi eksistensi segala sesuatu. Dia telah menciptakan sebab-sebab bagi eksistensi segala sesuatu hingga waktunya telah ditentukan. Semuanya bereksistensi karena Dia." (Ibnu Arabi).

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eka Naningsih sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

mashalli | karyawan
Alhamdulillah... Meski baru bergabung di KSC, semakin nambah wawasan dan berbagi pengalaman religius.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2041 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels