HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://nabila_balqis.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Researcher
Tulisan Pretty Lainnya
Rahasia di Balik Malam
9 Desember 2009 pukul 19:21 WIB
Takdir Terdapat di Ujung Usaha Manusia
4 Desember 2009 pukul 17:15 WIB
Pasangan Jiwa
23 November 2009 pukul 20:00 WIB
Arti Ketulusan
28 Oktober 2009 pukul 20:55 WIB
The Sound of Heart
30 September 2009 pukul 19:09 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 25 Desember 2009 pukul 18:00 WIB

Perjalanan Hidup Itu Seperti Traffic Light

Penulis : Pretty Kurnia

Segalanya bisa berubah sewaktu-waktu tanpa dapat dicegah. Lampu yang semula hijau bisa berubah merah, lampu yang pada awalnya merah dalam hitungan waktu dapat berganti hijau. Semua berjalan silih berganti. Segala sesuatu yang semula terlihat positif bisa jadi negatif, pada akhirnya demikian pula sebaliknya, tanpa kita sangka sebelumnya. Kita hanya punya sedikit waktu pada saat lampu menyala kuning untuk menentukan pilihan, berhenti ataukah melanjutkan perjalanan.

Dalam perjalanan hidup, semua situasi itu pasti pernah kita alami. Oleh karenanya, perjalanan itu memerlukan konsentrasi tinggi dan juga kesadaran penuh. Masing-masing kita bertanggung jawab atas keselamatan diri dan juga kendaraan yang kita bawa.

Ada kalanya kita harus berhenti ketika lampu merah menyala dan menunggu adalah pilihan terbaik. Menunggu meski barang sejenak memang pekerjaan yang tidak menyenangkan, terlebih jika kita dikejar waktu untuk cepat sampai pada tujuan. Namun ketika kita nekat untuk melanjutkan perjalanan, bisa jadi kita malah tidak akan sampai pada tujuan.

Alih-alih bisa datang lebih cepat pada tempat tujuan, justru mungkin kecelakaan yang akan kita dapatkan karena melawan arus. Ataupun jika selamat, besar kemungkinan akan ditilang polisi karena pelanggaran yang kita lakukan. Belum ditambah omelan dan makian orang-orang yang merasa haknya sebagai sesama pengguna jalan terlanggar oleh sikap kita yang tergesa-gesa tanpa tahu aturan.

Pada lain kesempatan, mungkin kita dihadapkan pada lampu hijau. Pada saat itu pilihan terbaik adalah melanjutkan perjalanan. Tidak ada alasan bagi kita untuk berhenti, meski hanya sejenak. Ketika kita berhenti, kita hanya membuang waktu dan kesempatan yang ada di depan mata. Peluang itu tidak akan datang dua kali karena lampu merah telah menunggu untuk menggantikan. Pengguna jalan yang lain pasti juga merasa terganggu perjalanannya karena sikap kita.

Pada waktu yang lain, mungkin kita akan sampai pada lampu kuning. Pada saat itu kita dihadapkan pada pilihan. Kita mempunyai kesempatan untuk memilih berhenti atau bersegera melanjutkan perjalanan sebelum segalanya berubah. Masing-masing pilihan tentu memiliki konsekuensi. Konsekuensi bagi kita dan juga bagi perjalanan itu sendiri. Dan seringkali waktu tak memberi banyak kesempatan kita, berpikir terlalu lama dalam mengambil keputusan. Mungkin karena itulah hidup ini perlu peraturan.

Pergilah sedih, pergilah resah
Jauhkanlah aku dari salah prasangka
Pergilah gundah, jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat,
Dan ku bisa menilai lebih bijaksana

Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat
Dan ku akan mengerti

(Album Petualangan Sherina : Lihat Lebih Dekat)

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Pretty Kurnia sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Anna Fathimah Zakaria | Staf Pengajar
Baru saya sadari, ternyata KotaSantri.com tidak saja memperluas silaturrahim saya dengan teman-teman dari berbagai daerah di seluruh Indonesia (dan mungkin juga luar Indonesia, insya Allah), tapi juga mendidik saya untuk berperilaku lebih baik dan lebih Islami lagi serta mengajarkan saya banyak pengetahuan. Subhanallah...

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1075 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels