Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Untukmu dan JanjiNya
17 Desember 2009 pukul 18:00 WIB
Senyumku Tertahan (Lagi)
3 Desember 2009 pukul 17:25 WIB
Menepikan Keinginan Selera Pribadi
19 November 2009 pukul 17:45 WIB
Terlampau Hebat dari Raganya
13 November 2009 pukul 17:15 WIB
Meluruhkan Kelopak Angkuh
9 November 2009 pukul 17:15 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 22 Desember 2009 pukul 18:11 WIB

Justru

Penulis : Rifatul Farida

Ada yang berdetak cepat di hati, kala gundah mengejakan tentang ketidakberdayaan, akan sebuah ujian yang kini terunut. Ada ketertundukan yang bergumul, menyelipkan ikhtiar di antara kepasrahan. Sementara selarik permohonan berbaris rapi di pelataran jiwa, menunggu tuk segera dikabulkan.

Fase itu, dimana keimanan teruji kembali. Untuk tetap kukuh mendekap janjiNya, atau terhuyung, terhempas, menyerah, dan bergabung dengan barisan para pembangkang takdir.

Mungkin, ya, bahwa pernah salah melangkah. Dan kini menerima resiko dari kesalahan yang pernah terlakukan. Namun sungguh, sekali-kali tidak! Untuk menyelesaikannya dengan mengayuh hal yang tidak diridhaiNya. Bukankah kebaikkan harusnya didapatkan dengan cara yang baik pula?

Ada asa yang kini tertahan hebat. Menggaung di seluruh ruang jiwa. Meruakkan janji untuk mewujudkannya segera. Semampu diri, dalam ikhtiar luar biasa.

Duhai Rabbi, justru disaat merasa tak berdaya, ada mimpi yang melambung tinggi.

***

Dari Ibnu Mas'ud RA, ia berkata; Nabi SAW membuat gambar empat persegi panjang. Di tengah-tengah ditarik satu garis sampai keluar. Kemudian beliau membuat garis-garis pendek di sebelah garis yang di tengah seraya bersabda, "Ini adalah manusia dan empat persegi panjang yang mengelilinginya adalah ajal. Garis yang di luar ini adalah cita-citanya, serta garis yang pendek adalah hambatan-hambatannya. Apabila ia dapat menghadapi hambatan yang satu, maka ia akan menghadapi hambatan-hambatan yang lain. Dan apabila ia menghadapi hambatan yang lain, maka ia akan menghadapi hambatan yang lain lagi."

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Meyla Farid | Guru
Isinya sangat bagus dan bermanfaat. Site favoritku untuk saat ini. :)

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1104 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels