|
HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
|


Jum'at, 21 Agustus 2009 pukul 17:30 WIB
Penulis : Ida Jubaidah
Bagi sebagian orang, belajar merupakan beban yang berat, membaca buku terasa jengah, berada di majelis ilmu pun tak betah, apalagi jika harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkannya, rasanya jauh dari angan-angan.
Kita harus berusaha mengajak hati dan diri untuk ada dalam “klimaks” kesungguhan yang bernama kenikmatan. Sebagian orang juga bilang, sebenarnya pada titik tertentu, ada saat di mana belajar itu menjadi sesuatu yang nikmat dirasakan, hanya membutuhkan sejenak kesabaran dan kesungguhan, selanjutnya akan mampu menikmati rasa manisnya, insya Allah.
Kalau kita belum mengenyam kenikmatan itu, jika kita mudah bosan berada di majelis ilmu, seketika mengantuk begitu melihat buku, atau malas untuk menghadiri pengajian, maka ada niat yang perlu diluruskan, ada tekad yang perlu dikuatkan, dan ada kesungguhan yang masih perlu ditingkatkan.
Ya Rabb, tuntunlah dan perkenankanlah kami untuk mencapai kenikmatan itu. Semoga Engkau menjadikan sesuatu apa pun indah di hati ini, mudah dalam menjalankannya, menjadikan kemaksiatan itu buruk di hati kita dan jauhkan dari amal perbuatan kita. Amin.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ida Jubaidah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.