Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
|
Selasa, 28 Juli 2009 pukul 17:34 WIB
Penulis : Erwin Arianto
Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata, untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati, untuk menyadari betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka diri, agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri apa yang ada.
Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa apa yang ada saat ini adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Sesungguhnya, kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati.
Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain. Percayalah kepada Allah SWT dan bersyukurlah kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita. Tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi kita disaat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Erwin Arianto sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.