HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."

Uji Coba Versi Baru

Saran dan masukan silahkan disampaikan melalui Form Kontak.
Alamat Akun
http://samaniah.kotasantri.com
Bergabung
28 Februari 2009 pukul 06:00 WIB
Domisili
Singkawang - Kalimantan Barat
Pekerjaan
Guru SMAN 2 Singkawang
InsyaAllah terus belajar memperbaiki diri
nailasyafiraq
nailasyafiraq@yahoo.com
Tulisan Nia Lainnya
Kelak Ku Menemukan Penggantinya
8 Juni 2009 pukul 10:15 WIB
Untuk Insan yang Kucinta
13 Mei 2009 pukul 14:15 WIB
Selamat Jalan, Teman
30 April 2009 pukul 11:16 WIB
Seekor Unta yang Kesepian
24 April 2009 pukul 08:33 WIB
Santri
Farhan Bidhowi
Mahasiswa
Bekasi
yanie
-
banjarmasin
Herie Oktagiyanto
Pelajar
Bantul
Forum
Suara
septyawaty : Mau tanya dong maksud dari: "oleh sebab itu , barang siapa yang menyerang kamu,maka seranglah mereka sebagaimana mereka menyerang kamu" (Al-Baqarah ;194)
gerhana : pagi ini mnyenangkan..... +++++ alhamdulillah.... g percuma masak air pagi2
ida : Aku kotor...bagai kertas bernoda yg penuh debu.."aku sibuk membicarakan kekurangan org lain namun lalai atas kekuranganku"
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 30 Juni 2009 pukul 11:00 WIB

Seharusnya Kita Malu!

Penulis : Nia

Saudaraku, seharusnya kita merasa malu kepada Allah! Betapa tidak, banyak sekali kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita, namun masih sedikit yang kita syukuri. Tidak jarang justru kita membalas kebaikan tersebut dengan perbuatan durhaka kepadaNya. Bahkan ketika Allah mengurangi sebagian nikmat yang telah Ia berikan kepada kita dikarenakan kita sendiri yang kurang bisa mensyukuri nikmat tersebut, terkadang malah berprasangka yang bukan-bukan kepadaNya. Kita pun seringkali tidak adil dalam bersikap kepadaNya, selalu mengharap kenikmatan yang melimpah dariNya, namun seringkali kita malas dan setengah-setengah dalam menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Tidak jarang kita gunakan dalih sibuk, lelah, nanti saja, dan berbagai macam bentuk alasan lainnya. Intinya agar bisa menghindar dari seruan Allah.

Bukankah kita juga berharap nantinya dimasukkan ke dalam surgaNya? Tapi lihatlah bekal yang telah kita persiapkan, ternyata masih terlalu sedikit untuk perjalanan menuju ke sana. Seharusnya kita selalu bersungguh-sungguh dalam berbakti kepada Allah dan baru boleh bersantai saat dimasukkan ke dalam surga sebagaimana tekad Imam Ahmad saat ditanya oleh salah seorang muridnya tentang kapan ia istirahat dari beribadah. "Bila kaki telah menginjak surga, saat itulah kita istirahat," begitu jawabnya.

Maka bersungguh-sungguhlah dalam beribadah dan beramal shaleh, namun jangan sampai kesungguhan kita nanti menjadikan ujub karena merasa yang paling baik. Kesungguhan amal ibadah yang kita lakukan belum seberapa bila dibandingkan dengan para mujahid alumnus perang Badar dan akan kelihatan begitu sepele dibandingkan dengan amal ibadah para murid lulusan madrasah Rasulullah SAW.

Hasan Al-Basri pernah berkata pada muridnya, "Demi Allah, sungguh! Andai saja salah seorang dari kalian bertemu dengan generasi awal (umat ini) sebagaimana yang telah aku dapati serta melihat salah seorang dari salafush shaleh sebagaimana yang aku lihat, niscaya di pagi hari dia dalam keadaan bersedih hati dan pada sore harinya dalam keadaan berduka. Dia pasti mengetahui bahwa orang-orang yang bersungguh di antara kalian akan seperti orang yang bermain-main. Dan orang yang rajin di antara kalian akan serupa dengan orang-orang yang suka meninggalkan (di kalangan mereka)."

Seharusnya kita malu mengaku sebagai orang beriman, sementara masih sering berbuat maksiat. Seharusnya pula kita malu tatkala mengajak orang lain untuk kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah, sementara akhlaq kita justru jauh dari tuntunan keduanya. Karena di masa yang belakangan akan sering kita jumpai banyaknya orang yang mengajak kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah, sementara dirinya sendiri sedikit sekali atau bahkan tidak mengenal sama sekali ajaran keduanya. Oleh karena itu, tidak mustahil bila akhlaqnya tidak mencerminkan sama sekali terhadap apa yang diserukan.

Allah berfirman, "Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga." (QS. Al-Baqarah : 78).

Sumber : Mas Udik Abdullah, "Madrasah Jiwa Perindu Syurga"

--- Suka ---

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nia sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Tulisan Favorit
Indra | Full Time Jobseeker
Alhamdulillah KSC bagus banget, jadi pengen nyoba KSC Mobile-nya.
KotaSantri.com © 2002 - 2010
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1142 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels