|
QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
|

Jum'at, 24 April 2009 pukul 17:00 WIB
Penulis : Amelia
Selama ini, kita sadari bahwa kita beribadah kepada Allah SWT, seperti seorang budak yang ketakutan, atau seperti pedagang yang selalu menghitung imbalan, dan yang lebih parahnya hanya untuk menggugurkan kewajiban.
Hal ini disebabkan kita selalu mengedepankan pemahaman akan aspek Jalal Allah, yaitu Keagungan, Kehebatan, Kedahsyatan yang mencekam dan menggentarkan, yang membuat kita takut pada Allah SWT dan tentunya akan menimbulkan kesan angker pada Islam.
Jamal yang artinya keindahan dan kecantikan yang memesonakan, yang dapat menimbulkan cinta kasih, sangat jarang dibahas. Padahal seharusnya Jamal dari Allah SWT harus kita kedepankan.
Tentu kita ingat hadits yang meriwayatkan Nabi Muhammad SAW, melaksanakan shalat hingga kakinya menjadi bengkak, padahal ia sudah dijamin Allah SWT akan masuk surga, artinya ia shalat bukan karena takut akan murka (Jalal )Allah, tetapi karena kecintaannya (Jamal) kepada Allah SWT.
Puncak hubungan (ibadah) antara manusia dengan Allah SWT, harus ditandai dengan kecintaan kepada Allah, dan tentunya akan berimbas pada hubungan antar sesama manusia, yaitu kepedulian sosial tinggi, saling membantu, dan saling menebarkan salam yang pada akhirnya akan membuktikan Islam rahmatan lil alamin.
Mari saudara-saudaraku, kita dendangkan mazhab cinta dalam Islam.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Amelia sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.