Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Alamat Akun
http://alfach.kotasantri.com
Bergabung
3 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciputat - DKI Jakarta
Pekerjaan
IT Consultant
Alfach adalah 'nama' lain dari Achmad Fachrie atau dikenal sebagai Fachri. Nothing special with me, just try to be my self dan mencoba meraih ridhaNya. Saya hanya seseorang yang biasa saja yang ingin belajar dan berkembang, yang ingin bergerak dan berkontribusi.
http://alfach.com
alfachrie
alfcah02
alfachrie@gmail.com
Tulisan Achmad Lainnya
Rapuh
6 April 2009 pukul 17:54 WIB
Jika Esok ...
3 April 2009 pukul 17:05 WIB
Hati yang Hidup
10 Maret 2009 pukul 19:10 WIB
MerengkuhMu
26 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Mencoba Memahami
3 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 21 April 2009 pukul 18:01 WIB

Mencari Kehilangan

Penulis : Achmad Fachrie

Ada yang pernah kehilangan sesuatu? Satu hal yang pasti, kehilangan adalah hal yang tidak mengenakan. Bahkan terkadang menjadi hal yang menyakitkan. Bagaimana tidak, sesuatu yang sebelumnya biasa bersama kita, tapi ternyata sudah tidak bersama kita. Serasa meninggalkan ruang kosong yang biasanya terisi.

Mengapa kita bisa kehilangan sesuatu? Terkadang saat kita tidak menghargai sesuatu, ketika kita teledor akan apa yang kita miliki, maka pada saat itulah sesuatu menghilang, pada saat itulah terasa bahwa kita pernah memiliki sesuatu. Karena ada yang mengatakan kita tidak akan pernah merasa kehilangan, jika kita tidak pernah merasa memilikinya. Dan ketika kita sudah menyadari akan kehilangan itu, baru terlihat seberapa besar arti akan sesuatu yang kita acuhkan tersebut.

Sesuatu itu dalam arti banyak, bisa waktu, kesehatan, materi, teman, sahabat, atau pun orang-orang yang biasa mengisi hari kita. Terbiasa memberi, terbiasa membantu, lalu terlihat biasa. Ya, mereka mungkin saat ini terlihat biasa-biasa saja. Tapi justru dalam keterbiasaan itu, mereka sudah menjadi sebentuk isi yang mengisi dalam ruang-ruang diri kita, sebentuk isi yang merupakan bagian dari diri kita. Karena keterbiasaan itu, kita pun memandang semuanya adalah hal yang biasa layaknya angin lalu.

Tapi ketika Allah mencabut keterbiasaan itu. Ruang yang biasa terisi menjadi terasa kosong melompong. Lalu kita pun baru mulai mencari, mencari kehilangan. Mengapa kita baru mencari sesuatu dengan sungguh-sungguh justru saat kehilangan? Mengapa kita tak pernah menjaga sungguh-sungguh akan sesuatu justru saat bersamanya? Salah satu jawabannya mungkin karena kita tidak pernah menyadari dan menghargainya.

Terkadang Allah mengambil sesuatu dari kita, bahkan terkadang membuat kehilangan itu menancap dengan dalam, agar kita menghargai apa yang telah Allah berikan, agar kita menjaga pemberian Allah sesuai dengan ridhaNya, agar kelak kita jauh lebih baik menghargai kembali ketika diberikan hal yang sama.

Lalu, apakah kita harus menunggu kehilangan, baru mencarinya? Anda sudah tahu jawabannya.

Wallahu a'lam bishshawab.

http://alfach.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Achmad Fachrie sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eno Karta Susana | Guru
Subhanallah... KSC bisa dijadikan sebagai sarana kreativitas, nambah ilmu, dan mempererat tali silaturrahim. Tapi tetap kita harus berusaha menjaga niat. Semoga bermanfaat. Aamiin...

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1039 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels