|
HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
|
|
|
http://junaedogawa.blogspot.com |
|
|
meklis@yahoo.com |
|
yustio004@yahoo.com |
|
yustio004@yahoo.com |


Selasa, 14 April 2009 pukul 17:16 WIB
Penulis : Junaedogawa
Siapa yang pernah mengetahui kapan akan datang kenyataan mimpi yang telah hadir dalam kehidupan seseorang? Dan kapan bayangan kebahagiaan itu menjadi nyata dalam kehidupan seseorang? Tak bisakah kau berhenti bermimpi tentang kisah buruk yang akan terjadi. Dan kenapa bayangan suram selalu hadir dalam setiap pandangan, berkelebat setiap saat di depan mata.
Bilakah kamu tidak percaya, maka tentu akan ada bukti yang akan menjelaskan semuanya. Tapi itu bila kau ingin melihat kenyataan yang akan terjadi. Tidak ada yang berharap akan kenyataan mimpi buruk yang menghantui setiap malam, dan tidak ada yang berharap melihat bayangan suram yang selalu menutupi pandangan. Tapi apa daya seseorang, ia hanya mampu tuk berusaha. Dan pada akhirnya harus pasrah dan rela terhadap segala yang nyata yang ternyata tidak sesuai dengan mimpi-mimpi indahnya.
Ketika banyangan yang gelap itu menampakkan wujudnya, menjelma laksana cahaya rembulan, maka bersyukurlah, karena mimpi indahmu telah nyata lewat bayangan yang nyata itu. Dan tidak ada yang kau harapkan lagi kecuali mejaga dan memeluk, bahkan bersatu dalam cahaya keindahan Ilahi yang tak pernah habis kenikmatanNya. Kekal dalam keindahan dan kebagagiaan.
Tapi ingat, tatkala kau melepaskan genggamanmu walau hanya sejari, maka kamu tidak akan pernah lagi mendapatkan kesempatan kedua untuk memeluknya kembali. Sebab kamu telah mengkhianatinya dalam kenyataan. Dan ia akan kembali menjadi mimpi dan bayangan yang tidak pernah nyata tuk selamanya dalam hidupmu. Maka renungkanlah dengan dalam. Karena kesempatan untuk bersamaNya hanya sekali. Nyawamu hanya sekali untuk hidup.
http://junaedogawa.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Junaedogawa sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.